Kabar Berita

Pelajari Inovasi Desa Semayap, BPD Kampung Baru Lakukan Kunjungan

Selasa, 01 Juli 2025

Diposting oleh: Desa Kampung Baru

Kotabaru, 24 Juni 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BPD Desa Kampung Baru bersama Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABDSI) Kecamatan Pelaihari mengadakan kegiatan studi tiru ke Desa Semayap, Kabupaten Kotabaru, pada Selasa, 24 Juni 2025, mulai pukul 10.00 WITA.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Semayap, Camat Pulau Laut Utara, Perangkat Desa Semayap, BPD Desa Semayap, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Selain itu, PABDSI Kecamatan Pelaihari, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Pelaihari dan anggota BPD Desa Kampung Baru. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan berbasis digital serta meningkatkan hubungan antar-BPD di berbagai desa.


Pembukaan dan Sambutan

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Semayap, Ibu HJ. HAMIAH, SM, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara BPD dan Pemerintah Desa untuk menciptakan pemerintahan desa yang efektif, akuntabel, dan berbasis teknologi. Dalam sambutannya, Kepala Desa Semayap mengajak para peserta untuk berdiskusi secara aktif dan berbagi pengalaman terkait dengan pengelolaan desa yang telah terbukti sukses di Desa Semayap, termasuk penerapan teknologi digital dalam setiap lini pemerintahan desa.

"Keberhasilan Desa Semayap tidak terlepas dari keterlibatan aktif semua pihak, terutama BPD yang selalu bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Semoga pengalaman kami bisa memberikan inspirasi untuk desa-desa lainnya, terutama dalam mengadopsi teknologi yang dapat memudahkan pelayanan masyarakat," ujar Kepala Desa Semayap.


Pemaparan oleh Narasumber Utama

Sebagai narasumber utama, Kepala Desa Semayap memaparkan berbagai langkah strategis yang telah diambil dalam pengelolaan dana desa, mulai dari proses perencanaan, pengawasan, hingga pelaporan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Desa Semayap dalam menerapkan sistem transparansi anggaran dan pengawasan dana desa, yang melibatkan seluruh perangkat desa dan BPD. Desa Semayap juga telah mengintegrasikan teknologi dalam proses administrasi dan pelaporan dana desa dengan menggunakan aplikasi berbasis digital.

Kepala Desa Semayap mengungkapkan bahwa digitalisasi pemerintahan desa mempermudah akses masyarakat untuk mengetahui laporan penggunaan dana desa secara real-time. Dengan adanya platform digital desa, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait program-program pembangunan yang sedang berlangsung.


Penerapan Digitalisasi Desa: Meningkatkan Efisiensi dan Aksesibilitas

Kepala Desa Semayap juga menambahkan bahwa digitalisasi desa tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana desa, tetapi juga meliputi berbagai sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Desa Semayap telah memperkenalkan sistem pelayanan publik berbasis aplikasi yang memungkinkan warga untuk mengurus berbagai administrasi desa secara online, seperti pengajuan surat keterangan, izin usaha, atau pengurusan dokumen penting lainnya.

Selain itu, Desa Semayap juga telah mengembangkan platform e-commerce lokal, yang memberikan ruang bagi produk-produk lokal desa seperti kerajinan tangan, hasil pertanian, dan produk UMKM lainnya untuk dipasarkan secara online, memperluas akses pasar dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

"Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk efisiensi administrasi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya akses digital, produk desa kami bisa dipasarkan ke pasar yang lebih luas," ujar Kepala Desa Semayap.


Diskusi dan Sesi Tanya Jawab

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta dari BPD Desa Kampung Baru mengajukan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme musyawarah desa, pengelolaan anggaran, serta bagaimana Desa Semayap mengelola hubungan antara BPD dan Kepala Desa. Diskusi berlangsung sangat produktif, memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai cara-cara efektif dalam menjalankan tugas dan fungsi BPD. Terlebih, mereka sangat tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai penerapan digitalisasi dalam pemerintahan desa, terutama dalam mempermudah akses layanan dan transparansi anggaran.


Penutupan dan Harapan

Kegiatan studi tiru ini ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk terima kasih dari Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABDSI) Kecamatan Pelaihari kepada Kepala Desa Semayap dan BPD Desa Semayap yang telah menyambut dengan baik dan berbagi ilmu. Dalam kesempatan tersebut, Camat Pulau Laut Utara  Hj.Frida Yusiana juga memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini dan berharap agar kolaborasi antar desa dan BPD dapat terus berkembang ke depannya.

Hj.Frida Yusiana dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama lintas desa dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi digitalisasi desa yang telah diterapkan di Desa Semayap, yang diyakini dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat kerjasama antar-BPD dalam mendukung pembangunan desa yang lebih baik di masa depan, terutama dengan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pembangunan," ujar Camat Pulau Laut Utara.


Penerapan Inovasi untuk Desa Kampung Baru

Melalui kegiatan ini, BPD Desa Kampung Baru diharapkan dapat mengadopsi berbagai inovasi yang diterapkan di Desa Semayap, khususnya dalam hal transparansi pengelolaan anggaran, pemberdayaan masyarakat, pengawasan dana desa, serta penerapan digitalisasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Sebagai tindak lanjut, akan diadakan pertemuan lanjutan di tingkat desa untuk membahas bagaimana hasil studi tiru ini bisa segera diterapkan dalam program pembangunan di Desa Kampung Baru.

Berita Terkait