Kabar Berita

Rembuk Stunting Dalam Rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting

Selasa, 07 Mei 2024

Diposting oleh: Teluk Selong Ulu

**Rembuk Stunting di Balai Desa Teluk Selong Ulu: Langkah Penting dalam Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting** Pada hari ini, tanggal 7 Mei 2024, Balai Desa Teluk Selong Ulu menjadi saksi dari sebuah acara penting yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting yang menjadi fokus utama di Desa Teluk Selong Ulu, Kabupaten Banjar.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Targer Nasional Tahun 2024 ini merupakan wujud dari komitmen keras pemerintah desa dalam menanggulangi stunting melalui alokasi dana desa. Stunting, kondisi gagal pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa anak-anak, telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Indonesia. Untuk itu, upaya pencegahan dan penurunan angka stunting menjadi prioritas tak tertandingi. Rembuk Stunting di Balai Desa Teluk Selong Ulu hadir sebagai langkah awal yang penting dalam perjalanan menuju terciptanya generasi yang lebih sehat dan tangguh di masa depan.

Dalam rembuk ini, dihadiri sebanyak 28 Peserta yang terdiri dari Perwakilan Kecamatan Martapura Barat, PUSKESMAS Martapura Barat, BABINSA, Pendamping Desa, Kader POSYANDU, Kader KPM, Guru PAUD, BPD dan Ketua Rukun Tetangga. berbagai pemangku kepentingan seperti tokoh masyarakat, unsur pemerintahan desa, tenaga kesehatan, para orang tua, serta para pemuda desa Teluk Selong Ulu turut serta aktif dalam diskusi dan penyusunan rencana aksi untuk mengatasi stunting. Beragam ide brilian dan solusi inovatif pun dipertukarkan guna menciptakan program yang efektif dan berkelanjutan. Adapun beberapa langkah konkret yang dihasilkan dari Rembuk Stunting ini antara lain adalah:

1. **Penyuluhan Gizi**: Menyusun program penyuluhan gizi yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna meningkatkan pengetahuan akan pentingnya asupan gizi yang seimbang.

2. **Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan**: Memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan posyandu yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

3. **Pemberdayaan Masyarakat**: Melibatkan aktif seluruh warga desa dalam program pertanian lokal serta budidaya ternak guna memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga.

4. **Monitoring dan Evaluasi**: Menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur progres dari setiap kegiatan yang dilaksanakan serta mengevaluasi dampak positif yang telah dicapai.

Merupakan suatu kebanggaan melihat semangat dan komitmen yang tinggi dari masyarakat Balai Desa Teluk Selong Ulu dalam menghadapi tantangan besar ini. Dengan kolaborasi yang sinergis dan kerja keras bersama, diharapkan angka stunting di desa ini dapat ditekan hingga mencapai target nasional pada tahun 2024. Dengan demikian, Rembuk Stunting di Balai Desa Teluk Selong Ulu bukanlah sekadar acara seremonial belaka, melainkan momentum penting yang akan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan dan masa depan generasi penerus bangsa. Semoga langkah-langkah konkret yang dihasilkan dari kegiatan ini mampu memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Teluk Selong Ulu dan menjadi contoh inspiratif bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menangani masalah stunting.

Perwakilan Gizi dari Puskesmas Martapura Barat, terdapat 13 nama balita stunting di bulan maret 2024, dan 21 nama kumulatif balita stunting bulan januari s.d maret 2024 di desa teluk selong ulu.

Perwakilan dari Penyuluh KB, Keluarga Berkulaitas memasuki semua lini mulai dari PAUD sampai penyuluhan kader kesehatan untuk sosialisasi pentingnya pendidikan usia dini atau kelompok bermain anak.Untuk merubah pola pikir masyarakat menjadi pola asuh yang benar. Pernikahan usia muda untuk menurunkan angka stunting di wilayah kabupaten banjar khususnya desa teluk selong ulu

Air Minum, banyaknya masyarakat mengkonsumsi air yang bersumber dari sungai baik secara langsung maupun diolah terlebih dahulu. Pentingnya pertumbuhan anak mulai dari usia 0-2 tahun/1000 hari kehidupan. Dari Pemerintah Desa telah mengupayakan sumur bor untuk seluruh masyarakat sebagai upaya pencegahan masyarakat mengkonsumsi air tidak sehat.

WC sehat untuk masyarakat desa teluk selong ulu sudah terpenuhi sehingga tidak ada lagi yang BAB langsung ke sungai.

Pernikahan dini, merupakan salah satu munculnya stunting dikarenakan calon ibu yang belum siap baik dari janin, lingkar lengan dan lainnya maupun kurangnya pembelajaran pernikahan serta pola asuh kurang dari orang tua.

Tingkat Ekonomi juga mempengaruhi, mulai dari ASI esklusif sampai pola makan bergiziuntuk anak maupun ibu hamil.

Pentingnya Apresiasi kepada seluruh kader kesehatan sebagai penghargaan terhadap kinerja mereka sebagai ujung tombak kesehatan yang berhubungan langsung kemasyarakat.

Berita Terkait