Pada hari Kamis tanggal 04 Mei 2023 jam 08.00 WIB telah terlaksana penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional melalui perum Bulog. Sebanyak 59 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kantor Desa Pabaungan Hilir dari pagi. Bantuan pangan ini berupa beras 10 Kg untuk satu undangan atau satu KPM. Hadir pula bapak Kades, PLD, untuk meninjau secara langsung penyaluran batuan beras ini. Jika ada penerima manfaat yang menemui kendala atau permasalahan terkait penerimaan bantuan pangan beras dikarenakan tidak bias hadir (sakit), di akhir penyaluran akan di antarkan satu persatu oleh petugas yang didampingi perangkat desa kerumah yang bersangkutan.
“Jadi ini dari Bapak Presiden yang menugaskan kami untuk melaksanakan penyaluran bantuan pangan. Ini menunjukan bahwa pemerintah sangat konsen terhadap masyarakat. Selain BLT atau bantuan langsung tunai ada bantuan pangan beras Bulog, kemudian ada juga SPHP, semuanya ter-cover. Sehingga diharapkan 3 bulan ke depan saudara-saudara kita di Indonesia, sekitar 21,3 juta KPM ini akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sejalan dengan Arief, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, pelaksanaan program bantuan pangan ini telah dimulai sejak Maret 2023 dan saat ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. “Penyaluran ini merupakan salah satu bentuk penugasan yang diberikan kepada Bulog sebagain operator dari Badan Pangan Nasional. Penugasan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rapat Koordinasi tingkat Menteri/Lembaga pada 2 Maret 2023,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam program ini Bulog telah menyediakan stok beras untuk kebutuhan penyaluran bantuan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Maret sampai dengan Mei 2023. “Pengalokasian tersebut telah disiapkan untuk melayani kebutuhan penyaluran beras kepada 21,3 juta KPM sesuai dengan data dari Kementerian Sosial, sehingga pendistribusian perbulannya dibutuhkan sebanyak 213 ribu ton atau untuk 3 bulan sebanyak sebanyak 640 ribu ton,” paparnya.
Ia menambahkan, dalam pendistribusiannya Bulog melakukan kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Prima Logistik (JPL), dan PT DNR. “Untuk pendistribusian sesuai dengan penunjukan wilayah masing-masing. Kita menggandeng tiga perusahaan suapaya mudah, terkendali, dan bisa menjangkau sampai ke daerah terluar. Kita harapannya kecepatan dan ketepatan, jadi nanti tidak ada lagi beras yang terlambat diterima apalagi salah sasaran, karena kita sudah menggunakan data yang benar dan sistem yang terintegrasi,”
