PMI Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan SOP Aksi Sini untuk Desa Lok Buntar
Pada tanggal 23 Mei 2023, pukul 10:00 Wita, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjar menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) Aksi Sini Program Pertama DAS Tahap 3 CoRTA. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk BPBD Kabupaten Banjar (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Denramil, Kapolsek, BMKG Kabupaten Banjar, pambakal, aparat desa, kepala dusun/ketua RT 1 s/d 8 Desa Lok Buntar, BPD Lok Buntar, SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) Desa Lok Buntar, DESTANA (Desa Tangguh Bencana) Desa Lok Buntar, Karang Taruna Desa Lok Buntar, PKK Lok Buntar, dan tokoh masyarakat Desa Lok Buntar. Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 23 hingga 25 Mei 2023. Sebanyak 20 orang peserta dari berbagai lembaga dan komunitas di Desa Lok Buntar turut serta dalam pelatihan ini. Jumlah peserta terdiri dari 10 anggota SIBAT, 2 orang perwakilan wanita, 2 orang tokoh masyarakat, 2 orang Karang Taruna, dan 4 orang aparat desa. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kesiapan Desa Lok Buntar dalam menghadapi dan menanggulangi bencana. Dengan mengembangkan SOP Aksi Sini Program Pertama DAS Tahap 3 CoRTA, diharapkan desa ini dapat memiliki pedoman yang jelas dan terstruktur dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana. PMI Kabupaten Banjar bertindak sebagai penyelenggara kegiatan ini dengan dukungan dari berbagai pihak terkait. Melalui kolaborasi yang kuat antara pihak desa, lembaga-lembaga masyarakat, dan aparat terkait, diharapkan Desa Lok Buntar dapat menjadi lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana.
Musyawarah Rembuk Stunting: Desa Mekar Raya Bersatu Melawan Stunting
Mekar Raya, 23 Mei 2023 - Bertempat di halaman Kantor Desa Mekar Raya, pada hari ini, Selasa, diadakan Musyawarah Rembuk Stunting. Acara ini dihadiri oleh seluruh Aparatur Desa Mekar Raya, perwakilan Kecamatan Kertak Hanyar, Kader Posyandu, BPD, Bidan Desa, Anggota PKK, Kader Pembangunan Desa, Kader Tim Pendamping Keluarga, Perwakilan Guru PAUD, serta unsur lainnya. Musyawarah ini membahas berbagai materi terkait pencegahan stunting, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan upaya kolaboratif dalam mengatasi masalah ini di Desa Mekar Raya. Salah satu fokus utama adalah penyampaian konvergensi pencegahan stunting oleh Kader Pembangunan Manusia. Diskusi juga dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan dan kendala yang dihadapi serta mengevaluasi usulan kegiatan prioritas berdasarkan laporan hasil konvergensi pencegahan stunting di Desa. Partisipasi yang luas dan melibatkan berbagai pihak terkait menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan stunting di Desa Mekar Raya. Dalam musyawarah ini, dilakukan pembahasan mendalam dan penyepakatan mengenai program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan, dengan mempertimbangkan persentase laporan hasil konvergensi pencegahan stunting di Desa. Diharapkan dengan adanya musyawarah yang diadakan secara rutin setiap tahun, Desa Mekar Raya dapat mengendalikan dan mencegah peningkatan angka stunting. Kolaborasi antara seluruh pihak terkait menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal dalam memerangi stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di desa ini. Dengan semangat kebersamaan dan upaya bersama, Desa Mekar Raya memperkuat langkah-langkahnya dalam pencegahan stunting dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Padat Karya Tunai Desa Miawa: Mendorong Pemberdayaan Masyarakat dan Kebersamaan Menuju Kemajuan
Padat Karya Tunai Desa terus menjadi prioritas utama bagi setiap desa dalam upaya pemberdayaan masyarakatnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang masih berada dalam kondisi pra sejahtera, sekaligus memberdayakan mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti pembersihan sungai, jalan, lingkungan, kebun, dan berbagai kegiatan lainnya. Dalam pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Tunai Desa di Miawa pada tahun anggaran 2023 ini, fokus utamanya adalah pembersihan jalan tani. Jalan tani yang menjadi sasaran pembersihan merupakan akses utama yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk menuju ke kebun mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan bantuan signifikan baik dalam aspek ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Desa Miawa. Dalam aspek ekonomi, Padat Karya Tunai Desa memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui pekerjaan yang mereka lakukan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam berbagai bidang, memperluas jaringan sosial, serta memupuk semangat gotong royong di antara mereka. Pada aspek sosial, kegiatan Padat Karya Tunai Desa di Miawa menjadi ajang kolaborasi dan interaksi antara masyarakat dengan pemerintah setempat. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pembersihan jalan tani, masyarakat merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan mereka dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas desa. Selain itu, kebersihan jalan tani juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, meminimalkan risiko penyakit dan memastikan akses yang lancar ke kebun masyarakat. Harapan kedepannya, pemerintah Desa Miawa berkomitmen untuk melanjutkan pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Tunai seperti ini. Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan yang bermanfaat secara sosial, diharapkan Desa Miawa dapat terus memperkuat kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. Semoga Padat Karya Tunai Desa menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Miawa.
MKD Benarkan Anggota DPR Dilaporkan Dugaan KDRT dari F-PKS Baca artikel detiknews,
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Mayoritas masyarakat Aceh mendukung rencana pemerintah dan DPRD setempat untuk merevisi qanun nomor 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), dan mengizinkan kembali bank konvensional beroperasi di wilayah tersebut. Pasalnya, masyarakat menilai bank syariah yang sudah beroperasi saat ini belum memberikan layanan yang maksimal. "Saya setuju, karena layanan yang di bank syariah saat ini tidak selengkap di bank konvensional. Jadi kita tidak ada pilihan lain memang, harusnya ada bank konvensional yang beroperasi di Aceh," kata seorang w Baca artikel CNN Indonesia "Warga Dukung Bank Konvensional Beroperasi Kembali di Aceh" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230523081701-78-952749/warga-dukung-bank-konvensional-beroperasi-kembali-di-aceh. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/ Dedi yakin kehadiran bank konvensional akan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi dan bisa memilah bank sesuai kebutuhan masing-masing. "Jadi kita tidak harus dicocokkan satu atau dua bank saja. Saya yakin banyak warga Aceh yang juga sepakat dengan beroperasinya bank konvensional," katanya. Selain Dedi, warga lainnya pekerja freelance di Aceh, Fauzan, juga mendukung revisi qanun itu. Menurutnya sejauh ini bank syariah di Aceh banyak mengalami kendala soal transaksi yang merugikan nasabah itu sendiri. Baca artikel CNN Indonesia "Warga Dukung Bank Konvensional Beroperasi Kembali di Aceh" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230523081701-78-952749/warga-dukung-bank-konvensional-beroperasi-kembali-di-aceh. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Pambakal Banua Anyar Bagikan BLT 2 Bulan 600.000 Rupiah untuk Masyarakat yang membutuhkan
Pada hari Selasa, tanggal 23 Mei 2023, Pambakal Banua Anyar menyelenggarakan kegiatan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk periode dua bulan sebesar 600.000 Rupiah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Bapak Hary kasi pemerintahan kecamatan astambul, Bhabinkamtimnas (Bintara Pembinaan Kamtibmas Nasional), Babinsa (Bintara Pembina Desa), Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), serta masyarakat setempat. Kegiatan pembagian BLT ini dilaksanakan oleh Pambakal Banua Anyar sebagai bentuk perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut. Dalam program ini, warga menerima bantuan tunai sebesar 600.000 Rupiah untuk dua bulan sekaligus, dengan tujuan memberikan dukungan finansial yang dapat meringankan beban ekonomi mereka. Pembagian BLT dilakukan dengan proses yang transparan dan terukur. Setiap penerima bantuan diharapkan membawa identitas diri serta menandatangani daftar hadir sebagai bukti penerimaan bantuan yang sah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan BLT diterima oleh mereka yang memenuhi syarat dan membutuhkannya. Dengan adanya pembagian BLT dua bulan sebesar 600.000 Rupiah, diharapkan masyarakat Banua Anyar dapat merasakan dampak positifnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pambakal Banua Anyar juga akan terus memantau dan mengevaluasi program ini guna memastikan efektivitas serta keberlanjutan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
Masyarakat Sungai Asam Terima Bantuan BLT Bulan April dan Mei
Sungai Asam, 22 Mei 2023 - Pemerintah Desa Sungai Asam menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada hari Senin, tanggal 22 Mei 2023. Acara berlangsung di Kantor Desa Sungai Asam dengan tujuan untuk membantu warga desa yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kegiatan penyaluran BLT ini, pemerintah desa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Babhinkabtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), PLD (Pengurus Lembaga Desa), Pambakal (Pengurus Badan Kesejahteraan Desa), serta perangkat desa. Kegiatan penyaluran BLT bulan April dan Mei ini difokuskan kepada warga desa yang tergolong kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bantuan yang langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Diharapkan bantuan yang diberikan melalui program BLT ini dapat memberikan dampak positif bagi warga desa yang kurang mampu. Pemerintah desa juga akan terus memantau dan mengevaluasi program ini guna meningkatkan efektivitas dan kesinambungan bantuan yang diberikan.
Desa Bitahan Baru Raih Juara 1 Lomba Kampung Keluarga Berkualitas di Kalimantan Selatan
Desa Bitahan Baru meraih penghargaan prestisius sebagai Juara 1 lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan tersebut diberikan oleh BKKBN Provinsi Kalsel kepada Kepala Desa Bitahan Baru. Acara penyerahan piala dan piagam dilakukan oleh Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, Ir. H. Ramlan, MA, yang didampingi oleh Bupati Tapin dan Ketua TP PKK Kabupaten Tapin. Keberhasilan Desa Bitahan Baru dalam mencapai prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan keluarga. Desa ini telah memberikan inovasi yang signifikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan membangun potensi lokal yang ada. Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kalimantan Selatan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa Bitahan Baru telah memberikan contoh nyata tentang semangat gotong royong dan persatuan dalam membangun desa yang lebih baik.
Kepala BKKBN RI Kunjungi Kampung Keluarga Berkualitas Tirta Pare Desa Bitahan Baru dalam Rangkaian Kunjungan Kerja di Kabupaten Tapin
Tanggal 16 Mei 2023, Dalam Rangkaian Kunjungan Kerja Kepala BKKBN RI di Kabupaten Tapin, Bapak Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) juga mengunjungi Kampung Keluarga Berkualitas Tirta Pare, yang merupakan juara 1 Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas DPPKB Kabupaten Tapin dengan program "MOJANG BASTARI", serta inovasi dari Kampung Keluarga Berkualitas Tirta Pare yang bekerja sama dengan CSR PT. BRE. Selama kunjungan, Kepala BKKBN RI juga melihat pelaksanaan program DAHSAT dan melakukan peninjauan di Agrowisata yang berisi tanaman sayur-mayur, buah-buahan, ayam petelor, dan perikanan. Kunjungan ini turut dihadiri oleh Bupati Tapin, Wakil Bupati Tapin, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Ibu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Dandim 1010/Tapin, Kapolres Tapin, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, dan perwakilan dari CSR PT. BRE.
Sejarah desa Rantau nangka
Awalnya tinggallah beberapa orang dibantaran sungai Riam Kiwa (pinggir Sungai, Bjr) sebagaimana layaknya budaya orang Indonesia dahulu (terutama suku Banjar) kalau bangun rumah, bangunlah dipinggir sungai dengan alasan agar mudah ngambil air untuk kebutuhan masak-memasak dan lainnya. Tahun demi tahun masa demi masa masyarakat dari daerah lain mulai berdatangan dengan tujuan membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan, masyarakat yang datang ke daerah ini pun juga cukup beragam, ada yang berasal dari Banjarmasin, Martapura, Rantau, Kandangan dan bahkan ada yang datang dari pulau seberang seperti : Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Secara historis, Desa Rantau Nangka dibelah oleh Sungai Riam Kiwa , dahulu kala sebelum jalan darat dibangun secara permanen seperti sekarang ini, masyarakat yang berdiam disepanjang Sungai Riam Kiwa ini menjadikan Sungai Riam Kiwa ini untuk prasarana transportasi jika mau kekota untuk mencari Sembako Sembilan bahan pokok. Alat transportasi yang dipakai adalah perahu dan Rakit bambu. Masyarakat yang datang ke kampoeng ini memiliki niat yang sama disamping untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan, juga ingin menjadikan daerah ini menjadi sebuah kampoeng yang memiliki pimpinan seperti Pambakal yang dilengkapi dengan perangkat kampoeng lainnya. Dengan proses yang panjang akhirnya jadilah sebuah kampoeng. Menurut sejarah asal usul Desa bernama Rantau Nangka adalah berasal dari ditemukannya Pohon Nangka yang cukup besar yang hidup dan tumbuh di atas Rantauan Sungai Riam Kiwa, maka sejak itu desa ini disebut Rantuan Nangka setelah berdiri Pemerintahan yang waktu itu Indonesia secara umum masih dibawah kekuasaan penjajah tak terkecuali Pulau Borneo secara khusus, lebih kecil lagi desa ini juga dalam cengkeraman Penjajah, oleh penemu dan pendiri desa ini ditetapkanlah nama kampoeng ini menjadi kampoeng Rantau Nangka. Kampoeng Rantau Nangka secara resmi berdiri sekitar tahun 1920, dengan Pambakal pertama bernama SAGIR putera dari DJANUN salah satu tokoh penemu dan pendiri kampoeng ini yang berasal dari keturunan Dayak Meratus yang memeluk Agama Islam. Seiring bergulirnya waktu dan bertambahnya penduduk di wilayah ini, oleh Pemangku kebijakan waktu itu sebagai wujud kepedulian untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat maka 5 Desa yang ada disepanjang Sungai Riam Kiwa, Yaitu : Belimbing, Rantau Bakula, Rantau Nangka, Sungai Pinang dan termasuk Kahelaan 5 Kampoeng ini dibentuklah menjadi 1 kecamatan tersendiri tidak lagi bergabung ke Pangaron, pusat pemerintahan kecamatan yang baru dibentuk ini disepakati berpusat di Belimbing Ringkasnya dari dulu hingga sekarang Rantau Nangka masuk dalam wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Banjar yang ibu kotanya Martapura. Sejak dahulu hingga sekarang desa Rantau Nangka sudah beberapa kali melakukan pergantian dan pemilihan Pambakal . Adapun nama-nama Pambakal dan Penjabat Pambakal yang pernah memimpin Desa Rantau Nangka sejak dulu hingga sekarang dapat kami gambarkan sebagaimana berikut: No Nama Tahun 1 Sagir 1933-1943 2 Dahrun 1943-1953 3 Ajim 1953-1954 4 Abdurrahman 1954-1971 5 Kasrah 1971-1978 6 H.Abd Halim 1978-2001 7 M.Yusuf Utama ( PJS ) 2001-2002 8 H.Syahran 2002-2007 9 M.Yusuf Utama ( PJS ) 2007-2008 PJS 10 H.Hairil Anuar 2008-2022 ( Desember ) 11 Herman 2022 ( Sekarang ) Sebagai salah satu kampoeng tua yang mempunyai sejarah tersendiri. Sebagaimana diterangkan diatas bukan berarti kampoeng ini sudah mapan akan tetapi masih sangat memerlukan sentuhan pembinaan yang berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Corak ragam masyarakat kampoeng Rantau Nangka yang merupakan, pembauran antara budaya suku asli Banjar dengan Suku Jawa merupakan suatu kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Tradisi dan Budaya masyarakat kampoeng Rantau Nangka sebagaimana budaya dan tradisi masyarakat Banjar lainnya yang masih hidup dan lestari hingga sekarang yaitu antara lain seperti : " Acara Mandi-mandi pada waktu hamil 7 bulanan, Ba-ayun Mulud ketika anak barusia 7 - 40 hari kelahirannya. Kesenian tradisional yang pernah dimiliki oleh masyarakat kampoeng Rantau Nangka yaitu antara lain : Mamanda, Japin Banjar (musik penting), Kurung-kurung yang dipakai sewaktu menugal di Ladang, Kuda Lumping dan Kerawitan yang biasa dilakukan oleh masyarakat yang berasal dari suku Jawa, Pencak silat ditampilkan ketika acara hajatan seperti perkawinan. Namun kesenian tersebut diatas saat ini sebagian sudah tidak ada lagi antara lain seperti : Mamanda dan Kurung-kurung ini sudah sangat jarang dilaksanakan". Demikian sekelumit sejarah kampoeng Rantau Nangka semoga bermanfaat bagi generasi penerus kampoeng Rantau Nangka karena ada kata mutiara “ Bangsa yang baik adalah bangsa yang selalu mengingat dan menghargai jasa Pejuang / Pahlawannya “ Sumber Data : I.Mantan Pejabat 1) Dahrun 2) Ajim 3) Abdurrahman 4) Anang Kasrah 5) H.Abdul Halim II. Tokoh Masyarakat 1. H.Ani 2. Dahri 3. Sahlan 4. HM.Thaiyib 5. A.Sampurna 6. H.Tuhacil Jamiri
Pembagian Bantuan Bibit Padi dan Pupuk Nabati untuk Masyarakat Desa Pariok
Senin, 22 Mei 2023 - Dalam upaya mendorong kegiatan pertanian di wilayah Desa Pariok, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi mengadakan acara pembagian bantuan bibit padi sihirang dan pupuk nabati. Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh dan tim yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Hadir dalam acara ini H. Mahyuni, yang bertugas sebagai tim audit. Ibu Putri, perwakilan dari PPL CLu (Pusat Penyuluhan Pertanian) juga turut hadir dalam acara ini. Johny Sadikin, seorang Babinsa yang mendampingi Desa Pariok, ikut serta dalam kegiatan ini sebagai pendamping pendistribusian kepada kelompok tani desa binaan. Imansyahrani, penyuluh pembantu swadaya dari Desa Pariok, turut berperan dalam penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, kehadiran Saukani sebagai ketua Poktan (Kelompok Tani) Barumbia 2, dan H. Mahyuni sebagai ketua Poktan Barumbia 3, memberikan kontribusi penting dalam acara tersebut. Anggota Poktan 2 dan 3 juga turut hadir untuk mendukung kegiatan ini. Tujuan dari pembagian bantuan bibit padi sihirang dan pupuk nabati ini adalah untuk memberikan kegiatan bagi masyarakat Desa Pariok dalam menunggu panen padi tahun ini. Dalam satu kelompok tani ada 20 anggota dimana satu anggota mendapatkan 50 kg bibit padi sihirang dan 6 set pupuk nabati. Dengan adanya bibit padi sihirang, yang hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk dipanen, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan lahan pertanian mereka dan memperoleh hasil yang lebih baik. Acara pembagian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pariok melalui sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi serta para tokoh dan tim yang terlibat berharap bahwa kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan pertanian di daerah tersebut.
Pembakal rantau Nangka, Gelorakan Semangat Gotong Royong di Masyarakat
Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia telah ada sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia. Semangat ini perlu terus dijaga dan digelorakan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Harapannya, semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan ini dapat dijadikan teladan oleh desa-desa lain yang berdekatan. Herman menambahkan bahwa semangat gotong royong dalam masyarakat diwujudkan melalui berbagai program desa, termasuk kegiatan kemasyarakatan, pemberdayaan, dan pemerintahan. "Kami memberikan prioritas pada pelayanan pemdes bagi masyarakat dalam hal pemerintahan. Kami mempermudah dan memfleksibelkan pelayanan administratif bagi warga kami, bahkan di akhir pekan dengan memperhatikan kepentingan yang mendesak." Sebagai langkah untuk mengubah mindset pelayan masyarakat di pemdes dan juga mengubah mindset masyarakat dalam berbudidaya, kami berharap tahun depan dapat mencapai status desa mandiri. Ini berarti Desa Rantau Nangka memiliki banyak inovasi kreatif yang memanfaatkan potensi yang tersedia," tambahnya.
Wujudkan Rumah Layak Huni, Polda Kalsel Serahkan Bantuan Rehab Rumah untuk Warga di Desa Handil Purai
Wujudkan rumah layak huni, Polda Kalsel serahkan bantuan rehab rumah tak layak huni untuk warga. hari ini senin tanggal 22 mei 2023, Polda kalsel melakukan serah terima rehab rumah tak layak huni bagi warga desa Handil Purai yang bertempat di jl tembak bulu kecamatan landasan ulin kota Banjarbaru yang dihadiri oleh polda kalsel, polres banjarbaru, anggota polri dan keluarga penerima manfaat rehab rumah tak layak huni yang berjumlah 10 keluarga penerima manfaat, pemerintah desa handil purai dalam hal ini diwakili sekretaris desa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yg setulus tulusnya kepada polri atas bantuan rehab rumah tak layak huni guna mewujudkan rumah layak huni bagi warga kami khususnya dalam hal ini ada 2 keluarga penerima manfaat dari desa handil purai kecamatan beruntung baru, semoga apa yg telah diberikan memberikan manfaat yang sangat besar bagi warga kami yg menerima dan bernilai ibadah bagi yg memberikan.
