Desa Semayap kembali menoreh Prestasi Juara 1 dalam ajang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026

Setelah Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 2026 melakukan verifikasi lapangan ke enam Desa Terbaik yang lolos tahap seleksi administrasi. Selanjutnya Tim Penilai telah menyepakati dan memutuskan Hasil Tinjau Lapangan Perolehan/Skoring Tahapan Penilaian Administrasi, dan sebagai Juara 1 dengan total nilai 1069 diraih oleh Desa Semayap Kecamatan Pulaulaut Utara. Bersamaan dengan keluarnya hasil tinjau lapangan oleh Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026, maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotabaru menyampaikan bahwa penyerahan berupa tropi dan Piagam Penghargaan akan diserahkan pada kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 sekaligus rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke 76 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Sebelimbingan. Penyerahan Tropi dan Piagam Penghargaan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 dihadiri dan diterima langsung oleh Kepala Desa Semayap Hj. Hamiah, SM. Dengan adanya simbolis penyerahan ini Desa Semayap menyatakan SIAP untuk menjadi perwakilan Kotabaru ke ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

pengukuran sekaligus pemasangan patok batas tanah sekolah sdn tambak raya

Pada tanggal 14 Juli 2026, pukul 14:00, dilaksanakan kegiatan pengukuran sekaligus pemasangan patok batas tanah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambak Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dalam kepemilikan aset tanah sekolah tersebut. Dalam konteks ini, pengukuran dan penandaan batas tanah menjadi hal krusial guna memastikan bahwa area yang dimiliki oleh SDN Tambak Raya dapat terdokumentasi dengan jelas. Langkah ini tidak hanya mendukung administrasi sekolah, tetapi juga melindungi hak kepemilikan tanah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Melalui proses yang cermat dan teliti, tim yang ditunjuk secara khusus telah melakukan pengukuran dengan akurat sesuai dengan dokumen-dokumen kepemilikan yang ada. Patok-patok batas tanah dipasang sebagai representasi fisik yang menandai wilayah tanah SDN Tambak Raya sehingga memudahkan identifikasi area kepemilikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembaruan administratif dan legalitas yang diperlukan untuk memperkuat landasan hukum dalam kepemilikan aset tanah sekolah. Dengan adanya tindakan ini, diharapkan akan tercipta kejelasan mengenai batas-batas tanah sekolah yang pada akhirnya akan mendorong efisiensi dalam pengelolaan serta perlindungan aset tanah tersebut. Sekolah SDN Tambak Raya berkomitmen untuk menjaga integritas dan keberlanjutan dokumentasi kepemilikan tanahnya. Melalui langkah-langkah seperti pengukuran dan pemasangan patok batas, sekolah tersebut menegaskan keseriusannya dalam mematuhi ketentuan hukum yang berlaku serta menjaga aset-asetnya untuk kepentingan pendidikan dan kemajuan anak didik di masa depan,kegiatan ini di hadiri langsung kepala sekolah sdn tambak raya,pambakal desa tambak anyar ilir dan pemilik batas tanah,Pambakal Desa Tambak Anyar ilir M.Mulyaninor menyampaikan,kegiatan ini adalah salah satu langkah penting yang dilakukan,demi memberikan kepastian keabsahan aset tanah,dan dirinya menyampaikan,semoga setelah terbitnya sertifikat tanah ini,tidak ada lagi permasalahan yang timbul dikemudian hari,khususnya terkait batas tanah,dan semoga setifikat ini bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya,tentunya demi kebaikan dan kelancaran sekolah sdn tambak raya

Rembuk Stunting Desa Baru: Susun Strategi Integrasi dan Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Baru – Pemerintah Desa Baru bersama lintas sektor Kecamatan Mataraman menggelar musyawarah Rembuk Stunting di Balai Kemasyarakatan Desa Baru, Kabupaten Banjar, Senin (29/6/2026). Forum tahunan ini melahirkan sejumlah komitmen strategis, mulai dari pengetatan anggaran pelatihan kader hingga pelibatan aparat TNI-Polri untuk mengantisipasi penolakan penimbangan maupun imunisasi di lapangan. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kecamatan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga kesehatan Puskesmas Mataraman, kader posyandu, serta perwakilan masyarakat dan keluarga berisiko stunting. Pambakal (Kepala Desa) Baru, Hariyanto, menegaskan bahwa intervensi penanganan stunting di wilayahnya harus dilakukan secara menyeluruh guna mewujudkan generasi yang sehat. Selain fokus pada sektor kesehatan, Hariyanto juga menyoroti aspek validasi data kemiskinan ekstrem di tingkat desa. "Kami berharap angka stunting di Desa Baru dapat terus ditekan hingga mencapai zero case. Di sisi lain, penentuan desil masyarakat juga harus akurat. Hal ini penting agar penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang layak menerima," ujar Hariyanto dalam sambutannya, Senin. Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mataraman, Fahruji, mengingatkan bahwa indikator stunting tidak hanya dilihat dari kondisi fisik anak yang pendek. Menurutnya, terdapat faktor spesifik dan non-spesifik yang saling memengaruhi, termasuk dampak dari maraknya pernikahan dini di masyarakat. Sebagai langkah percepatan, forum menyepakati reformasi tata kelola posyandu, salah satunya melalui kewajiban sertifikasi kompetensi bagi seluruh kader. Pemerintah Desa Baru diinstruksikan mengalokasikan sejumlah anggaran khusus pada APBD Desa Tahun Anggaran 2027 untuk menyelenggarakan pelatihan kader yang meliputi sesi materi, praktik, hingga ujian kelayakan. Dalam kesempatan yang sama, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Baru melaporkan capaian score card Triwulan II periode Juni 2026 dengan hasil kumulatif sebesar 96,63%. Berdasarkan data evaluasi tersebut, status Ibu Hamil (Bumil) dan ibu nifas dinyatakan aman dari Kurang Energi Kronis (KEK). Namun, tercatat adanya 2 anak yang mengalami gizi kurang, yang langsung direspons desa melalui program pendampingan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan. Camat Mataraman selaku pimpinan jalannya diskusi teknis menekankan agar Desa Baru segera mengesahkan Surat Keputusan (SK) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat desa. Camat juga menginstruksikan pembuatan grup koordinasi digital yang melibatkan Pambakal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, serta tenaga kesehatan demi memastikan kehadiran seluruh unsur pimpinan pada setiap kegiatan posyandu. Di sektor ketahanan pangan dan fasilitas, Desa Baru menjajaki uji coba budidaya padi Nutrizinc—varietas beras khusus kaya kandungan zink untuk anak terindikasi stunting—serta pengadaan fasilitas baby spa. Warga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting juga dialihkan menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa (DD) Tahun Buku 2026. Di sisi lain, Kepala Puskesmas Mataraman, dr. Risnawati, memberikan masukan terkait langkah kewaspadaan yang perlu ditingkatkan mengingat adanya tren kenaikan kasus campak dan difteri di sejumlah daerah. Menanggapi kendala lapangan berupa adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi dan enggan membawa anaknya mengikuti kegiatan penimbangan, forum menyepakati langkah persuasif-tegas. Pada pelaksanaan posyandu berikutnya, kader kesehatan akan didampingi oleh petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan tindakan sweeping atau penjemputan bola langsung ke rumah warga.

Rembuk Stunting Tahun 2026 Digelar di Gedung Serbaguna Teluk Selong

Teluk Selong, Kamis, 9 Juli 2026 – Pemerintah Desa melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang bertempat di Gedung Serbaguna Teluk Selong pada pukul 09.30 WITA. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pemangku kepentingan. Rembuk Stunting menjadi forum untuk membahas kondisi stunting di desa, mengidentifikasi berbagai faktor penyebab, serta menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan secara terpadu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan komitmen dan kerja sama dalam mendukung program pencegahan stunting, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. Pemerintah Desa berharap hasil Rembuk Stunting Tahun 2026 dapat menjadi dasar dalam penyusunan program yang tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Teluk Selong.

KELAS IBU HAMIL DESA SUNGKAI BULAN JULI TAHUN 2026

**Kelas Ibu Hamil Desa Sungkai Bulan Juli 2026: Fokus pada Kesehatan dan Kebahagiaan Calon Ibu** Pada tanggal 13 Juli 2026, tepat pukul 04:11:14, suasana ceria dan semangat memenuhi Aula Desa Sungkai. Kelas Ibu Hamil bulan Juli di Desa Sungkai menegaskan pentingnya kesehatan dan persiapan bagi calon ibu. Para peserta, dari berbagai usia dan latar belakang, berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan dengan penuh antusiasme. Mulai dari informasi tentang perawatan kehamilan hingga tips menjaga nutrisi, setiap momen di kelas ini sarat akan pengetahuan berharga yang sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Lebih dari sekadar sesi informatif, kelas ini menjadi tempat di mana ikatan persaudaraan di antara peserta semakin kuat. Mereka berbagi pengalaman, kekhawatiran, dan harapan, menciptakan hubungan yang erat di antara mereka. Dibawah bimbingan tenaga medis dan ahli kesehatan lokal, para ibu hamil diperkenalkan kepada informasi terkini seputar kesehatan reproduksi dan persalinan yang aman. Mereka didorong untuk lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri dan janin yang dikandung, memastikan bahwa proses kehamilan berlangsung dengan lancar dan sehat. Kelas Ibu Hamil Desa Sungkai tak hanya sebuah pertemuan rutin, namun merupakan investasi untuk masa depan generasi yang akan dilahirkan. Dengan sentuhan kelembutan dan keberanian, para ibu diharapkan mampu melewati masa-masa kehamilan dan persalinan dengan tenang serta keyakinan. Melalui kesempatan berharga ini, Desa Sungkai berkomitmen memberikan yang terbaik bagi warganya, menjadikan setiap ibu hamil sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus yang sehat dan tangguh.

Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Membuka Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Formasi Kepala Lingkungan

Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, 13 Juli 2026 – Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, secara resmi mengumumkan pelaksanaan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa untuk mengisi formasi Kepala Lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan aparatur desa yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelaksanaan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa berpedoman pada Peraturan Bupati Banjar Nomor 55 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Banjar Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengumuman penjaringan dan penyaringan dimulai pada 13 Juli 2026. Adapun penerimaan berkas pendaftaran dibuka mulai 20 Juli 2026 sampai dengan 24 Juli 2026. Masyarakat yang memenuhi persyaratan dipersilakan mendaftarkan diri dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi panitia. Melalui seleksi ini, Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu berharap dapat memperoleh calon Kepala Lingkungan yang memiliki kompetensi, integritas, serta dedikasi tinggi dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta mendukung pelaksanaan pembangunan di Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat. Pemerintah Desa Teluk Selong Ulu mengajak seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini dan berpartisipasi dalam proses seleksi. Diharapkan seluruh rangkaian Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan menghasilkan Kepala Lingkungan yang amanah, profesional, serta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin baik dan kemajuan Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat.

Sosialisasi Penanggulangan Tuberculosis ( TBC )

Sosialisasi Penanggulangan Tuberculosis (TBC) di Desa Jaruju Laut Pada tanggal 6 Juli 2026, tepat pukul 10:30 pagi, sebuah kegiatan sosialisasi penanggulangan Tuberculosis (TBC) digelar di Desa Jaruju Laut. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit TBC yang dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan masyarakat. Desa Jaruju Laut dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena tingkat kasus TBC di wilayah tersebut cukup signifikan. Dengan melibatkan berbagai pihak termasuk petugas kesehatan, tokoh masyarakat, serta relawan lokal, diharapkan pesan-pesan mengenai pentingnya deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan gaya hidup sehat dapat disampaikan dengan baik kepada seluruh warga. Para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai gejala-gejala TBC, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya konsistensi dalam menjalani pengobatan hingga sembuh total. Workshops interaktif dan sesi tanya jawab turut diselenggarakan guna memastikan pemahaman yang maksimal dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Jaruju Laut dapat lebih proaktif dalam mengenali dan menghadapi masalah TBC, serta bersedia melakukan langkah-langkah preventif yang efektif. Kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mampu mengurangi angka kasus TBC secara signifikan di masa mendatang. Sosialisasi penanggulangan Tuberculosis (TBC) di Desa Jaruju Laut merupakan langkah awal yang penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan serta gotong royong dalam menjaga kesejahteraan bersama.

MUSDES PEMBENTUKAN TIM UNTUK PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA ( RKPDES ) TAHUN 2027

**Pembentukan Tim untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) Tahun 2027 di Desa Jaruju Laut** Pada tanggal 6 Juli 2026 jam 09:00:00, Desa Jaruju Laut menggelar acara penting dalam proses pembangunan masa depannya. Pembentukan tim untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) tahun 2027 menjadi fokus utama kegiatan tersebut. Partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, pemuda, ibu-ibu PKK, tokoh agama, dan lembaga kemasyarakatan desa turut meramaikan kesempatan ini. Kepala Desa Jaruju Laut membuka acara dengan memaparkan urgensi RKPDES sebagai panduan utama bagi visi dan misi pembangunan desa. Melalui pidato inspiratifnya, beliau menekankan arti kolaborasi semua pihak dalam merumuskan program-program kunci yang akan dijalankan pada tahun mendatang. Perwakilan yang terpilih untuk bergabung dalam tim ditugaskan dengan tanggung jawab besar; mereka harus mendengarkan aspirasi masyarakat, mengevaluasi kebutuhan mendesak, serta merumuskan strategi demi meningkatkan kesejahteraan warga Desa Jaruju Laut. Proses penyusunan RKPDES tahun 2027 bukanlah semata sebuah rutinitas administratif, melainkan momentum historis yang mempersatukan seluruh komponen masyarakat menuju tujuan bersama. Diharapkan kerjasama antartim dapat menghasilkan RKPDES yang visioner, inklusif, dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan masa depan Desa Jaruju Laut.

Kegiatan Reses Tahap II Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru Bapak Rahmad, S.Pd., M.H. di Dusun Pasundan, Desa Binturung

Pada tanggal 10 Juli 2026, Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, Bapak Rahmad, S.Pd., M.H., melaksanakan kegiatan reses tahap II di Dusun Pasundan, Desa Binturung. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mendengar berbagai usulan, kebutuhan, dan permasalahan yang dihadapi oleh warga. Reses tahap II ini menjadi momentum krusial untuk menggali informasi yang akan menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah. Melalui dialog yang terbuka dan partisipatif, diharapkan bahwa kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat. Tidak hanya itu, kegiatan reses juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Desa, dan masyarakat guna menciptakan pembangunan yang tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan dilaksanakannya kegiatan reses tahap II ini, diharapkan akan tercipta kerjasama yang harmonis antara para pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Kabupaten Kotabaru.

Serah Terima Bantuan dari DINSOS, BPBD dan Sumbangan Sukarela dari Jajaran Pemdes, BPD & Ketua RT Ds Binturung

Pada tanggal 9 Juli 2026 pukul 09.00, Desa Binturung RT.006 menyaksikan momen haru dalam kegiatan serah terima bantuan yang dilakukan oleh Dinas Sosial (DINSOS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sumbangan sukarela dari jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Ketua RT. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan simbol kepedulian dan solidaritas yang tulus kepada warga yang mengalami musibah. Bantuan yang disalurkan hari ini tidak hanya sekadar materi, tetapi juga harapan dan semangat untuk membantu meringankan beban para penerima serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama proses pemulihan. Sinergi yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat pada kesempatan ini menggarisbawahi pentingnya gotong royong dan kerjasama dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak. Dengan langkah konkret seperti ini, diharapkan proses pemulihan dapat dipercepat dan memberikan dorongan positif bagi warga Desa Binturung dalam menghadapi cobaan ini. Kebersamaan dan kepedulian yang terpancar dari acara hari ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah komunitas bisa bersatu dalam mengatasi kesulitan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpupuk dan menjadi landasan kuat bagi masa depan yang lebih baik bagi Desa Binturung.

MUSDES Musyawarah Desa Dalam Rangka Pembentukan Tim Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027

Musyawarah Desa (Musdes) yang diadakan dalam rangka Pembentukan Tim Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027 di Balai Pertemuan Desa Binturung pada tanggal 11 Juli 2026 pukul 13:00:00, merupakan langkah awal penting dalam proses perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Tim Penyusunan RKP Desa yang akan menetapkan rencana kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat, potensi desa, dan arah kebijakan pembangunan yang telah disepakati. Dalam Musyawarah Desa ini, partisipasi aktif dari berbagai pihak seperti Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, serta warga masyarakat sangatlah penting. Melalui dialog yang terbuka dan transparan, diharapkan rencana pembangunan yang dihasilkan menjadi representatif dan sesuai dengan aspirasi serta kebutuhan riil dari seluruh elemen masyarakat setempat. Hasil dari Musyawarah Desa ini akan menjadi landasan utama dalam penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi panduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di tingkat desa, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memajukan secara signifikan kondisi sosial dan ekonomi di Desa Binturung. Dengan demikian, kesinambungan dan kelancaran pembangunan desa dapat terwujud melalui proses perencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Wisuda PAUD Sayang Bunda Desa Sumber Baru

**Wisuda PAUD Sayang Bunda Desa Sumber Baru: Memperingati Prestasi Anak-anak Tahun Ajaran 2025/2026** Komunitas pendidikan di Desa Sumber Baru merayakan kesuksesan anak-anak mereka melalui perayaan wisuda yang menghangatkan hati. Pada tanggal 12 Mei 2026 pukul 09:00, gelaran sederhana "Wisuda PAUD Sayang Bunda" digelar dengan antusiasme di salah satu ruang kelas PAUD. Acara yang diadakan oleh PAUD Sayang Bunda ini bertujuan untuk memperingati momen bersejarah bagi para siswa/siswi mereka yang telah menyelesaikan tahun ajaran 2025/2026 dengan gemilang. Wisuda kali ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah, dedikasi, dan semangat belajar yang ditanamkan dalam diri setiap anak. Para orang tua, guru, serta warga sekitar ikut merasa gembira dengan acara tersebut. Terpancar kebahagiaan dan haru ketika melihat para bocah ceria itu berjalan menuju dewan guru, menerima piagam penghargaan dan medali sebagai simbol keberhasilan mereka. Di tengah sorak-sorai bahagia, terpancarlah harapan akan masa depan cerah para lulusan PAUD Sayang Bunda. Semangat juang yang tumbuh dari proses belajar mereka diharapkan akan menjadi bekal berharga dalam mengarungi kehidupan yang semakin kompleks. Dengan suka cita dan doa restu, wisuda kali ini tidak hanya menandai akhir perjalanan para siswa di PAUD Sayang Bunda, tetapi juga awal dari babak baru yang penuh tantangan. Semoga semangat dan prestasi yang telah mereka tanamkan dapat membawa mereka menuju kesuksesan di masa depan. Inilah momentum bersejarah yang patut disyukuri dan dirayakan bersama: wisuda PAUD Sayang Bunda Desa Sumber Baru, sebuah titik awal yang memancarkan sinar optimisme dan harapan bagi generasi masa depan.