DESA SUNGKAI MENGHADIRI RAPAT KOORDINASI PUSKESOS KECAMATAN SIMPANG EMPAT
Desa Sungkai Berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Puskesos Kecamatan Simpang Empat Pada tanggal 18 Juli 2025, Desa Sungkai turut serta dalam rapat koordinasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Simpang Empat. Acara ini bertujuan untuk menyatukan pemikiran dan langkah-langkah strategis antara berbagai desa di Kecamatan Simpang Empat terkait program-program kesejahteraan sosial yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dalam rapat tersebut, perwakilan dari Desa Sungkai aktif berpartisipasi dalam diskusi terkait peningkatan layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat setempat. Mereka membahas berbagai isu penting seperti aksesibilitas pelayanan kesehatan, pendampingan sosial, serta program-program bantuan yang dapat memberikan dampak positif bagi warga desa. Dengan adanya kehadiran Desa Sungkai, diharapkan kerjasama antar-desa di Kecamatan Simpang Empat dapat semakin solid dan efektif dalam menjalankan program kesejahteraan sosial. Melalui sinergi dan kolaborasi yang baik, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Rapat koordinasi Puskesos ini merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan implementasi program-program kesejahteraan sosial yang lebih luas dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Kehadiran Desa Sungkai dalam acara ini menjadi bukti komitmen mereka dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesejahteraan sosial yang lebih baik dan merata. Semoga hasil dari rapat koordinasi ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh warga Desa Sungkai dan juga masyarakat Kecamatan Simpang Empat secara luas.
Sosialisasi Konsumsi Pangan B2SA
### Sosialisasi Pangan B2SA: Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Sehat di Desa Padang Sari Pada tanggal 14 Juli 2025, tepat pukul 10:00 pagi, Aula Desa Padang Sari menjadi saksi dari kegiatan sosialisasi yang berfokus pada Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan berimbang. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, petani lokal, serta perwakilan pemerintah desa turut memeriahkan acara ini. Dengan antusiasme tinggi, peserta didik dari sekolah-sekolah setempat juga ikut serta dalam sosialisasi ini, menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan tentang konsumsi pangan yang sehat sejak usia dini. Melalui serangkaian presentasi dan diskusi interaktif, para narasumber memberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi kesehatan tubuh. Mereka juga memberikan tips praktis tentang cara memilih dan mempersiapkan makanan sehari-hari dengan baik. Selain itu, sesi tanya jawab membuka ruang untuk partisipasi aktif dari peserta, memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman, pertanyaan, dan pandangan terkait topik tersebut. Hal ini menciptakan suasana yang ramah dan mendukung pertukaran informasi yang bermanfaat. Dengan semangat yang menyala-nyala, masyarakat Desa Padang Sari tampak antusias untuk menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menyadari bahwa pola konsumsi pangan yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan individual, tetapi juga pada kesejahteraan komunitas secara keseluruhan. Sosialisasi Pangan B2SA di Aula Desa Padang Sari bukan hanya sekadar acara, melainkan langkah nyata dalam menjadikan kesadaran akan konsumsi pangan sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Diharapkan bahwa melalui upaya ini, masyarakat Desa Padang Sari akan semakin tergerak untuk mengubah gaya hidup menuju arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Desa Padang Sari siap menuju masa depan yang lebih sehat dan bercahaya, satu langkah sekaligus dengan setiap gigitan makanan bergizi yang mereka pilih.
Rembuk Stunting Desa Candi Laras
**Rembuk Stunting Desa Candi Laras: Langkah Masyarakat Menuju Pencegahan dan Penurunan Stunting** Desa Candi Laras akan menjadi saksi peristiwa bersejarah dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting pada tanggal 18 Juli 2025. Dalam suatu kegiatan yang disebut Rembuk Stunting, masyarakat Desa Candi Laras berkumpul di Kantor Desa pada pukul 10:00 pagi untuk menyatukan langkah dan tekad. Dibimbing oleh semangat gotong royong yang kental, warga Desa Candi Laras bersatu untuk mengatasi masalah serius stunting yang telah menghantui pertumbuhan generasi muda di desa ini. Dalam diskusi yang digelar, para tokoh masyarakat, ibu hamil, orangtua balita, petugas kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya turut serta memberikan ide-ide serta komitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama. Kantor Desa Candi Laras yang biasanya hanya menjadi tempat administrasi, hari ini berubah menjadi pusat strategi baru dalam melawan stunting. Melalui program-program edukasi, pemantauan gizi balita, pemberian makanan bergizi, serta promosi pola hidup sehat, masyarakat Desa Candi Laras bertekad keras untuk mengakhiri bayang-bayang stunting dari kehidupan anak-anak mereka. Semangat positif dan kerja sama yang terjalin erat di antara warga Desa Candi Laras menjadi modal utama dalam menjalankan misi mulia ini. Dengan harapan besar dan tekad yang bulat, mereka tidak hanya ingin mencegah stunting, tetapi juga menurunkan angka kasus stunting hingga mencapai titik nol. Rembuk Stunting Desa Candi Laras bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan awal dari perubahan besar yang akan membawa dampak positif bagi seluruh komunitas. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi cikal bakal pencegahan stunting di tingkat desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk bergerak bersama menuju generasi penerus yang lebih sehat dan tangguh.
MUSDES Pembentukan Tim Penyusuan RKPDesa Candi Laras 2026
### Pembentukan Tim Penyusun RKPDesa Candi Laras 2026 Pada tanggal 18 Juli 2025, tepat pukul 08:00 pagi, Kantor Desa Candi Laras menjadi saksi perhelatan penting dalam proses Musyawarah Desa (MUSDES) yang bertujuan membangun sinergi antara masyarakat setempat dan pemerintah desa. Kegiatan ini melibatkan pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Candi Laras untuk tahun 2026. Tim penyusun yang terdiri dari tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta unsur pemerintahan desa, bertujuan utama untuk merumuskan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam rangka menyusun program kerja yang berdampak positif bagi seluruh warga Candi Laras. Dalam suasana akrab dan penuh semangat, diskusi pun dimulai. Perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat turut berperan aktif dalam menyoroti isu-isu krusial yang perlu diatasi di masa depan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga program kesehatan masyarakat, semua menjadi perbincangan hangat yang memunculkan gagasan kreatif dari setiap peserta MUSDES. Proses tersebut tidak hanya sekadar bentuk partisipasi, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam memajukan kesejahteraan desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan RKPDesa Candi Laras 2026 dapat menjadi cerminan dari kebutuhan riil yang diperlukan oleh seluruh elemen masyarakat. Komitmen untuk menjadikan Candi Laras sebagai desa yang unggul, berdaya saing, dan berbudaya menjadi pendorong utama dalam perumusan RKPDesa. Dengan semangat gotong royong yang tercermin dalam MUSDES ini, diharapkan desa Candi Laras dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakatnya. Demikianlah gambaran singkat tentang proses pembentukan Tim Penyusun RKPDesa Candi Laras 2026 melalui kegiatan MUSDES pada tanggal 18 Juli 2025. Semoga upaya kolaboratif ini mampu menghasilkan program-program unggulan yang akan membawa kemajuan bagi seluruh warga Desa Candi Laras.
BUNDA PAUD DESA SUNGKAI BERKUNJUNG KE SDN SUNGKAI 1 DAN MELIHAT MPLS RAMAH TK BUDI
**Kunjungan Berkesan Bunda PAUD Desa Sungkai ke SDN Sungkai 1: Memahami MPLS Ramah TK Budi** Pada tanggal 18 Juli 2025, Suasana ceria menyambut kehadiran Bunda PAUD Desa Sungkai saat melangkah ke teritori SDN Sungkai 1. Tujuan mulia dari kunjungan ini adalah untuk memberikan dukungan serta meninjau implementasi Metode Pembelajaran dan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak di TK Budi dan SDN Sungkai 1. Ditemani oleh sejumlah pendamping bersama guru -guru, Bunda PAUD dengan senyum hangatnya turut serta memeriahkan kegiatan edukatif tersebut. Langkah ringan mereka memasuki ruang kelas yang dipenuhi dengan canda tawa anak-anak. Suara riang mengisi ruangan sembari mata mereka terpaku pada aktivitas pembelajaran yang sedang berlangsung. Di TK Budi, penggunaan MPLS terlihat begitu mengagumkan. Rancangan ruang yang didesain khusus untuk mendukung perkembangan anak, material pembelajaran yang interaktif, serta pendekatan guru yang penuh kasih sayang membuat proses belajar-mengajar menjadi momen yang penuh keceriaan. Bunda PAUD terlihat begitu antusias dalam mengikuti sesi-sesi pembelajaran yang dilaksanakan. Tidak berhenti di situ, perjalanan kunjungan pun dilanjutkan ke SDN Sungkai 1. Di sana, semangat MPLS turut diterapkan secara konsisten. Ruang-ruang terbuka hijau yang disediakan untuk kegiatan ekstrakurikuler, fasilitas yang ramah lingkungan, serta program-program penanaman nilai-nilai karakter turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Bunda PAUD tampak begitu terkesan dengan apa yang telah dilihatnya. Beliau berharap, semangat dan kesungguhan dalam menerapkan metode pembelajaran yang ramah ini dapat terus berlanjut demi menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Setelah rangkaian kunjungan yang penuh inspirasi itu selesai, Bunda PAUD berpesan kepada semua pihak terlibat agar terus menjaga komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, mengedepankan kepentingan serta kebutuhan anak sebagai fokus utama dalam proses belajar-mengajar. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi SDN Sungkai 1, tetapi juga memperlihatkan keseriusan dan perhatian Bunda PAUD Desa Sungkai dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik. Semoga semangat dan inspirasi dari kunjungan ini dapat membawa dampak positif yang jauh ke depan.
Gotong royong mengayu untuk acara pernikahan
Gotong Royong Mengayu: Persiapan Pernikahan di Desa Harakit Desa Harakit, sebuah tempat yang kaya akan tradisi kebersamaan dan gotong royong, akan segera menggelar acara pernikahan yang sangat dinanti-nantikan. Dalam persiapan menuju hari bahagia itu, warga desa berkumpul bersama untuk melaksanakan gotong royong mengayu guna mengumpulkan kayu-kayu yang akan menjadi bahan utama dalam perayaan tersebut. Pada tanggal 18 Juli 2025, tepat pukul 09.00 pagi, suara gembira dan semangat gotong royong sudah terasa di udara Desa Harakit. Semua orang saling bergotong royong tanpa memandang perbedaan status atau usia. Mereka mengayuh kayu bersama-sama dengan senyum di wajah, menunjukkan solidaritas serta kekompakan yang telah menjadi ciri khas masyarakat desa ini. Proses gotong royong mengayu ini tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi setiap tahapan persiapan pernikahan. Setiap potongan kayu yang diayun adalah representasi dari kerja keras dan cinta kasih bersama demi kesuksesan acara spesial yang akan segera tiba. Dibalik setiap usaha yang dilakukan, terpancar rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang begitu kuat. Melalui gotong royong ini, bukan hanya kayu yang terkumpulkan, tetapi juga hubungan sosial antar warga desa yang semakin terjalin erat. Ketika matahari mulai menanjak di langit, tumpukan kayu yang berhasil dikumpulkan telah mencapai hasil maksimal. Warga desa pun menyelesaikan gotong royong mereka dengan rasa bangga dan bahagia. Hasil jerih payah mereka akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam perhelatan pernikahan yang akan segera menyapa mereka. Gotong royong mengayu untuk persiapan pernikahan di Desa Harakit bukan hanya sekedar mengumpulkan kayu, namun lebih dari itu, ia adalah cerminan dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang tetap lestari di tengah-tengah modernisasi zaman. Acara pernikahan yang akan datang akan menjadi saksi betapa besar dan indahnya kolaborasi serta solidaritas yang ada dalam masyarakat Desa Harakit.
MPLS PKBM MANDIRI DESA MATARAMAN
MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) PKBM Mandiri Desa Mataraman: Memperkenalkan Siswa Baru ke Dunia Pendidikan Pada tanggal 18 Juli 2025, Gedung At-takwa di Desa Mataraman dipenuhi antusiasme karena acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Mandiri akan segera dimulai. MPLS menjadi momen penting bagi siswa baru yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka, mengintip dunia baru yang penuh dengan pengetahuan dan peluang. Acara ini tidak hanya sekadar rangkaian acara biasa, tapi juga sebuah pintu gerbang bagi siswa untuk memahami lingkungan sekolah, fasilitas yang tersedia, program-program pendidikan yang akan diikuti, serta bertemu dengan guru dan staf yang siap membimbing mereka dalam setiap langkah pendidikan. Dengan tekad yang kokoh, PKBM Mandiri Desa Mataraman ingin menciptakan lingkungan yang inklusif, mendukung, dan inspiratif bagi setiap siswa. Di balik tembok gedung At-takwa, terdapat semangat belajar yang berkobar-kobar, siap mengantar siswa pada petualangan pendidikan yang tak terlupakan. Pukul 08:19:52, suara tawa dan sapaan hangat pun mulai terdengar. Para siswa baru mulai berdatangan, wajah-wajah penuh harap dan semangat. Mereka siap menyongsong hari-hari mendatang yang akan penuh dengan pengetahuan, pertemanan, dan pembelajaran. PKBM Mandiri Desa Mataraman tidak hanya menawarkan pembelajaran akademis, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan karakter, kreativitas, dan bakat setiap siswa. MPLS bukan hanya tentang aturan-aturan sekolah, namun juga tentang memupuk semangat kebersamaan, disiplin, dan rasa percaya diri. Di tengah sorak-sorai para siswa, acara MPLS PKBM Mandiri Desa Mataraman pun dimulai. Dari sesi perkenalan hingga tur fasilitas, dari sesi ceramah motivasi hingga permainan interaktif, setiap momen dijadikan berkesan. Pesan-pesan inspiratif dan nilai-nilai luhur pun disampaikan agar setiap siswa mampu menggenggam masa depannya dengan penuh keyakinan. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat untuk bertumbuh dan bertransformasi. MPLS PKBM Mandiri Desa Mataraman menjadi tonggak awal bagi para siswa baru dalam meraih impian dan cita-cita mereka. Bersama-sama, mereka akan menjalani perjalanan pendidikan yang penuh warna dan makna, menuju masa depan yang gemilang.
Pembukaan Turnamen Sepak Bola Sirang Pitu CUP Tahun 2025
Pembukaan Turnamen Sepak Bola Sirang Pitu CUP Tahun 2025 : dihadiri oleh Bapak Anggota DPR komisi I Bapak Rustan Nawawi, Perwakilan dari PT. EBL, PT. HRS, PT. KPP, Bapak Kapolsek Piani Bapak Ferry dan undangan yang lain nya. Mempererat Silaturahmi Melalui Olahraga Di tengah semaraknya olahraga sepak bola, Desa Miawa Kecamatan Piani menyelenggarakan turnamen bergengsi, Sirang Pitu Cup 2025 yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini digelar di Lapangan Sepak Bola Sirang Pitu, menjadi magnet bagi pecinta sepak bola dari berbagai penjuru daerah ada sebanyak 23 klub yang mengikuti Turnamen ini. Turnamen ini bertujuan untuk menggalang persatuan antar warga lokal dan para tamu undangan yang hadir. Selain sebagai ajang kompetisi yang seru, acara ini juga menjadi sarana untuk memupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan. Tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi hari yang spesial, di mana pukul 15.00 dimulai upacara pembukaan turnamen. Acara dibuka oleh Bapak Tri Anggono selaku Ketua Panitia Turnamen, dilanjutkan Sambutan sekaligus membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Sirang Pitu CUP Tahun 2025 dari Perwakilan PT. EBL Bapak M. Khaikal dan Ketua PSSI Kabupaten Tapin Bapak H. Ferdy Setiawan. Sebelum Turnamen dimulai Tendangan Bola Pertama dilakukan oleh Ketua PSSI Kabupaten Tapin dan didampingi tamu undangan lain nya. Penggemar sepak bola memadati Lapangan Sirang Pitu, dengan antusiasme yang tinggi menyambut acara turnamen ini. Perhelatan Sirang Pitu Cup 2025 bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga pembuktian semangat sportivitas dan kekompakan dalam merajut hubungan sosial. Diharapkan bahwa melalui olahraga, nilai-nilai kebersamaan dapat terus ditingkatkan, menjadikan masyarakat setempat lebih solid dan kompak. Mari bersama-sama saksikan kehangatan dan kegembiraan dalam Pembukaan Turnamen Sepak Bola Sirang Pitu Cup 2025, sebuah momen berharga untuk saling mengenal, bersatu, dan menikmati keindahan sepak bola serta keramahan Desa Miawa.
Pembinaan Verifikasi Lapangan Lomba AKU HATINYA PKK tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 Desa Padang Sari Sekaligus Louncing Tempat Sampah Organik Oleh Ibu Ketua TP. PKK Kabupaten Tapin Ny. Hj. Faridah Yamani
Tujuan Pembinaan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan tanaman produktif dan hias sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga,memperindah lingkungan,dan memberikan nilai ekonomis bagi keluarga,selain itu pemanfaatan sampah rumah tangga utk menjadi sampah organik yang berasal dari kegiatan sehari-hari di rumah seperti sisa makanan,kulit buah,sayuran,daun dan lain-lain. Sampah ini dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Acara Pembinaan di buka langsung oleh Kepala Desa Padang Sari Ibu Mariyatul,S.Pd selaku tuan rumah dan dihadiri langsung oleh ibu ketua TP.PKK Kabupaten Tapin,Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin,Dinas Perikanan Kabupaten Tapin,Dinas Pertanian Kabupaten Tapin,Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin,Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin,Dinas Komunikasi dan Informatika Kaupaten Tapin dan Dinas terkait lainnya.
Bantuan Bak Sampai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Desa Padang Sari
**Penyerahan Bantuan Bak Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk Pemilahan Sampah di Desa Padang Sari** Pada pagi yang cerah ini, tepat pukul 10:00:45, Desa Padang Sari kedatangan kunjungan istimewa dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam upaya mendukung pemilahan sampah sesuai golongannya. Sebagai langkah proaktif dalam menjaga lingkungan dari dampak negatif sampah, DLH telah menyediakan bantuan berupa bak sampah yang akan ditempatkan strategis di sejumlah titik penting di desa ini. Perwakilan DLH tiba dengan mobil dinasnya yang penuh dengan bak sampah berwarna-warni, melambangkan semangat untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Kepala Desa Padang Sari beserta beberapa warga berkumpul di depan kantor desa untuk menyambut kedatangan tim DLH dengan hangat. Mereka sangat antusias dan siap untuk memulai kegiatan pemilahan sampah yang lebih terorganisir. Dalam sambutannya, perwakilan DLH menyampaikan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal untuk pengelolaan sampah yang lebih baik. Beliau juga memberikan penjelasan singkat tentang cara menggunakan bak sampah tersebut serta bagaimana sampah yang terkumpul nantinya akan dipilah sesuai dengan jenisnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Setelah penjelasan singkat, bantuan berupa bak sampah kemudian diserahkan secara simbolis kepada kepala desa sebagai tanda dimulainya kerjasama antara DLH dan Desa Padang Sari dalam program pemilahan sampah ini. Warga pun turut serta dalam proses penempatan bak sampah di lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan, seperti di sekitar tempat umum dan area perkampungan. Semangat gotong-royong terpancar dari setiap warga yang turut serta dalam kegiatan ini. Mereka bekerja sama dengan penuh antusiasme, menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Diakhiri dengan senyuman dan rasa bangga, kegiatan penyerahan bantuan bak sampah ini menciptakan momentum positif bagi Desa Padang Sari menuju lingkungan yang lebih lestari dan bersahabat. Dari kegiatan ini, kita belajar betapa pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Semoga upaya ini menjadi tonggak awal menuju perilaku hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Desa Bundung Gelar Musyawarah Khusus Ketahanan Pangan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bundung, 3 Juli 2025 — Pemerintah Desa Bundung menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Khusus Ketahanan Pangan pada hari Kamis, 3 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Bundung. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari dinas terkait. Musyawarah ini dilaksanakan sebagai upaya desa dalam meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai program dan strategi yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan potensi lokal, seperti pengembangan lahan pertanian, pemanfaatan pekarangan, hingga dukungan untuk petani dan pelaku usaha pangan. Kepala Desa Bundung dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. Ia juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program-program ketahanan pangan yang dicanangkan. Dengan adanya musyawarah ini, diharapkan muncul gagasan dan solusi nyata yang dapat langsung diimplementasikan, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka pendek maupun panjang.
Rembuk Stunting Digelar di Kantor Desa Bundung Sebagai Upaya Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting
Bundung, 8 Juli 2025 — Pemerintah Desa Bundung menggelar kegiatan Rembug Stunting pada hari Selasa, 8 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Bundung. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis desa dalam pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, kader kesehatan, bidan desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Puskesmas dan instansi terkait. Dalam pertemuan tersebut, para peserta berdiskusi secara terbuka mengenai kondisi stunting di Desa Bundung, faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan bersama. Kepala Desa Bundung dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam penanganan stunting, karena masalah ini bukan hanya urusan sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antar pemangku kepentingan untuk menurunkan prevalensi stunting secara signifikan, guna mewujudkan generasi desa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
