Pada tanggal 5 Juli 2023, sebuah peristiwa menarik terjadi di Desa Teluk Haur, Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Seekor beruang madu diketahui telah memasuki pemukiman penduduk, menciptakan keresahan dan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Menyadari pentingnya penanganan yang tepat, warga desa bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan langkah-langkah untuk menangkap beruang madu yang telah menjadi perhatian publik. Beruang madu (Helarctos malayanus), juga dikenal sebagai beruang berjambul, adalah salah satu satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Namun, kehadiran seekor beruang madu di pemukiman penduduk dapat menimbulkan resiko bagi keselamatan manusia dan hewan itu sendiri. Oleh karena itu, penangkapan beruang madu ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan satwa liar serta melindungi kehidupan sosial di Desa Teluk Haur. Melakukan penangkapan beruang madu bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu, warga desa dan tim dari BKSDA Kalsel berkolaborasi dengan baik untuk membuat perangkap (jebakan) beruang.

Mereka memasang perangkap di area yang strategis, dengan harapan dapat menjerat beruang madu tanpa melukai binatang tersebut. Proses ini melibatkan ahli satwa liar yang berpengalaman dalam menangani hewan buas. Selain itu, warga desa juga disosialisasikan tentang tindakan yang harus diambil jika beruang madu terlihat di sekitar pemukiman mereka. Pengetahuan ini penting untuk menghindari konfrontasi yang tidak diinginkan antara manusia dan beruang madu. Dengan demikian, kegiatan penangkapan beruang madu ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara berinteraksi dengan satwa liar yang ada di sekitar mereka. Pemilihan tanggal 5 Juli 2023 sebagai pelaksanaan kegiatan ini mungkin didasarkan pada analisis perilaku beruang madu serta kesempatan terbaik untuk menangkapnya dengan efektif. BKSDA Kalsel dengan dukungan pemerintah setempat akan memastikan bahwa proses penangkapan ini dilakukan dengan profesionalisme dan memenuhi standar keamanan bagi semua pihak yang terlibat. Dalam upaya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar, penangkapan beruang madu di Desa Teluk Haur merupakan langkah yang penting dan perlu diberikan apresiasi. Kolaborasi antara warga desa dan otoritas terkait menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya pelestarian flora dan fauna serta perlunya melindungi kehidupan manusia. Semoga kegiatan ini dapat mencapai hasil yang positif dan menjadi contoh inspiratif bagi komunitas lainnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang fragile.
