CAPACITY BUILDING KADER KESEHATAN DAN LEMBAGA DESA HIYUNG TAHUN 2025 KECAMATAN TAPIN TENGAH KABUPATEN TAPIN

### Membangun Kapasitas Kader Kesehatan dan Lembaga Desa Hiyung Menuju Pelayanan yang Lebih Unggul Pada tanggal 4 Oktober 2025 pukul 09:00 pagi, dikampung putra bulu Kabupaten Banjar. menjadi saksi dari upaya besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam rangka memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas para kader Posyandu, dilaksanakan kegiatan Capacity Building yang melibatkan kader kesehatan dan lembaga desa di wilayah Hiyung. #### Latar Belakang Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para kader kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dengan melibatkan lembaga desa, diharapkan pula akan tercipta sinergi yang kuat antara berbagai komponen di tingkat lokal untuk mendukung kesuksesan program kesehatan. #### Tujuan Kegiatan - Memperluas wawasan kader Posyandu dalam hal pengetahuan kesehatan yang lebih mendalam. - Meningkatkan keterampilan teknis para kader dalam melakukan tindakan preventif dan promotif di masyarakat. - Menguatkan kerjasama antara kader kesehatan dan lembaga desa dalam mendukung program-program kesehatan yang ada. #### Rangkaian Kegiatan 1. **Sosialisasi Program**: Dimulai dengan sesi sosialisasi tentang pentingnya peran kader kesehatan dalam masyarakat serta peran lembaga desa dalam menunjang upaya kesehatan. 2. **Pelatihan Teknis**: Para kader diberikan pelatihan dan pembekalan tentang keterampilan teknis terkait seperti penanganan pertolongan pertama, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta aspek-aspek kesehatan lainnya. 3. **Diskusi Kelompok**: Dilakukan sesi diskusi kelompok untuk bertukar pengalaman, hambatan, serta solusi yang dapat diterapkan di lapangan. 4. **Simulasi Lapangan**: Secara langsung para kader berlatih dengan melakukan simulasi di lapangan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari selama kegiatan. #### Dampak yang Diharapkan Dengan adanya kegiatan Capacity Building ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh para kader posyandu. Selain itu, diharapkan juga terciptanya jaringan kerja yang solid antara kader kesehatan dan lembaga desa sehingga program-program kesehatan dapat berjalan dengan lebih efisien dan merata. Melalui upaya bersama ini, Kampung Putra Bulu akan semakin kokoh dalam menjaga kesehatan masyarakatnya serta memberikan contoh bagi daerah lain untuk melakukan langkah serupa guna menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Rapat Kesepakatan Antara BUMDes Dan Kelompok Ternak Kambing (Program Ketapang)

**Rapat Kesepakatan Antara BUMDes dan Kelompok Ternak Kambing untuk Program Ketapang: Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat** Pada tanggal 7 Oktober 2025, pukul 09:00:02, suasana haru menyelimuti Kantor Desa Kepayang. Dengan semangat yang membara, perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan anggota Kelompok Ternak Kambing berkumpul untuk rapat kesepakatan penting yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Ketapang. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung dan bekerjasama demi menciptakan sinergi yang berdaya guna. BUMDes akan memberikan bantuan modal usaha dan pelatihan kepada Kelompok Ternak Kambing guna meningkatkan produksi serta mutu hasil ternak mereka. Sementara itu, Kelompok Ternak Kambing berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kesehatan ternaknya dengan baik, sekaligus melakukan inovasi dalam hal manajemen peternakan. Mereka juga akan memberdayakan potensi lokal di sekitar desa untuk mendukung keberlangsungan program ini. Tujuan akhir dari kerjasama ini adalah tidak hanya untuk menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk secara nyata meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Kepayang. Dengan adanya program ini, diharapkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat dapat terdongkrak sehingga tercipta lingkungan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Rapat kesepakatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya bersama membangun Desa Kepayang menjadi lebih maju dan berdaya saing. Semangat gotong royong dan kolaborasi antara BUMDes dan Kelompok Ternak Kambing menjadi modal utama untuk mewujudkan impian bersama menuju masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat desa.

MUSDES PENETAPAN APBDES PERUBAHAN TAHUN 2025

**Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan APBDes Perubahan Tahun 2026** Pada tanggal 7 Oktober 2025, tepat pukul 10:19 pagi, Desa Sungkai kembali menggelar Musyawarah Desa (Musdes) penting dalam rangka penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) perubahan untuk tahun 2026. Kegiatan ini merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh seluruh elemen masyarakat desa guna merumuskan prioritas pembangunan dan alokasi anggaran yang lebih tajam dan efektif. Musdes kali ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Desa Sungkai secara keseluruhan. Dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, para peserta Musdes duduk bersama membahas rencana perubahan APBDes yang akan menjadi landasan bagi pembangunan desa pada tahun mendatang. Diskusi dipimpin oleh Kepala Desa Sungkai dan didukung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wadah pengambilan keputusan bersama. Berbagai usulan dan masukan dari berbagai sektor kemasyarakatan dibahas secara komprehensif guna memastikan bahwa setiap aspirasi dan kebutuhan desa tersalurkan dengan baik dalam perencanaan APBDes perubahan tersebut. Adanya perubahan-perubahan strategis dalam alokasi anggaran menjadi sorotan utama dalam Musdes kali ini. Usulan-usulan untuk peningkatan infrastruktur pedesaan, program kesejahteraan masyarakat, hingga pembangunan sarana publik menjadi fokus utama diskusi. Selain itu, aspek pemulihan ekonomi pasca pandemi turut diperhitungkan dalam penyusunan perubahan APBDes demi meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa. Setelah melalui perdebatan yang konstruktif dan mendalam, akhirnya tercapailah kesepakatan bersama terkait isi perubahan APBDes tahun 2026. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan penggunaan anggaran desa dan menjadi landasan bagi berbagai program pembangunan yang akan dijalankan oleh pemerintah desa. Musdes Penetapan APBDes perubahan tahun 2026 Desa Sungkai tidak sekadar merupakan forum pengambilan keputusan, namun juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam upaya memajukan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang dirumuskan dalam musyawarah ini diharapkan dapat membawa Desa Sungkai menuju arah pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Purut Gelar Pembahasan RKPDesa Tahun 2026

**Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) di Kantor Desa Purut: Menetapkan RKPDESA 2026** Pada hari ini, tanggal 6 Oktober 2025, pukul 09.30 WIB, di Kantor Desa Purut, warga Desa Purut berkumpul untuk melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) guna membahas dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDESA) tahun 2026. Kegiatan MUSRENBANGDES merupakan momen penting dalam proses perencanaan pembangunan desa, di mana partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan.                   Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta musyawarah dari berbagai lapisan masyarakat turut hadir untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta kebutuhan yang diharapkan dapat diakomodir dalam RKPDESA tahun depan. Beragam topik dibahas mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan ekonomi lokal. Para pemangku kepentingan seperti perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan dari berbagai kelompok juga turut memberikan masukan yang bernilai bagi penyusunan RKPDESA yang lebih inklusif dan akurat. Dalam suasana diskusi yang penuh antusiasme, terjadi tukar pikiran yang membangun antara para peserta. Setiap usulan dan saran didiskusikan secara mendalam guna mencapai kesepakatan bersama yang akan menjadi landasan bagi pembangunan Desa Purut ke depan. Setelah melalui proses diskusi yang panjang namun konstruktif, akhirnya disepakati RKPDESA tahun 2026 yang mencerminkan harapan dan kebutuhan seluruh elemen masyarakat Desa Purut. Rencana kerja tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki infrastruktur, serta mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. MUSRENBANGDES di Desa Purut hari ini tidak hanya sekadar sebuah acara, tetapi juga momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya bersama mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga. Semoga RKPDESA tahun 2026 dapat menjadi panduan yang baik dalam upaya mencapai visi pembangunan Desa Purut yang lebih baik di masa mendatang.           

Desa handil Bujur Gelar "SIKLUS HIDUP" tekankan pentingnya kesehatan

Handil Bujur, 6 Oktober 2025 — Desa Handil Bujur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif dan sosialisasi bertajuk "Siklus Hidup: Sehat dari Hulu ke Hilir" pada Senin, 6 Oktober 2025. Acara ini berfokus pada pentingnya pemantauan kesehatan holistik, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia, yang menjadi program prioritas Pemerintah Desa dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ?Kegiatan yang terpusat di Balai Pertemuan Desa ini dihadiri oleh ratusan warga, perangkat desa, kader Posyandu, serta tim kesehatan dari Puskesmas Aluh-Aluh. Acara dibuka secara resmi oleh Pambakal (Kepala Desa) Handil Bujur, yang dalam sambutannya menekankan bahwa kesehatan adalah kunci kemajuan desa. ?Integrasi Layanan Kesehatan Masyarakat ?Konsep "Siklus Hidup" dalam acara ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan yang sudah ada di desa, seperti Posyandu Balita, Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) untuk Penyakit Tidak Menular, dan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). ?"Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan tidak ada satu pun fase kehidupan warga yang luput dari perhatian kesehatan. Mulai dari pemeriksaan rutin ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita untuk mencegah stunting, hingga skrining kesehatan bagi lansia," ujar Ibu Bidan Desa, Nita Wulansari, A.Md.Keb., selaku koordinator lapangan. ?Beberapa kegiatan utama yang dilakukan dalam acara "Siklus Hidup" meliputi: ?Penyuluhan Gizi Seimbang: Fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi calon ibu dan ibu menyusui. ?Skrining Kesehatan Gratis: Meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol bagi warga usia produktif dan lansia. ?Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Diberikan kepada balita di bawah garis merah dan ibu hamil. ?Partisipasi Aktif Warga dan Harapan ke Depan ?Antusiasme warga terlihat jelas, terutama kaum ibu yang aktif mengikuti sesi konsultasi gizi. Bapak Ahmadi, S.Ap., Pambakal Desa Handil Bujur, mengapresiasi kerja keras para kader kesehatan dan dukungan masyarakat. ?"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Dana Desa untuk Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kami berharap 'Siklus Hidup' dapat menjadi agenda rutin tahunan, sehingga kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif semakin tertanam kuat di hati setiap warga Handil Bujur," tutur Pambakal Ahmadi. ?Dengan terlaksananya program ini, Desa Handil Bujur menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing, selaras dengan visi Kabupaten Banjar untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Bantuan Langsung Tunai (BLT)

       Pada tanggal 17 Juni 2025, Kantor Desa Binturung menjadi saksi kegiatan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bertujuan mulia. Keberadaan program ini tidak hanya sekadar mengalirkan dana, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah merasakan beban ekonomi yang berat atau dampak krisis sosial-ekonomi yang melanda. Dengan semangat ingin meringankan beban masyarakatnya, kegiatan BLT di Kantor Desa Binturung tidak hanya sekadar penyaluran dana, melainkan upaya konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam dampak dari kebijakan ekonomi, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok. Bantuan yang diberikan langsung dalam bentuk tunai dengan proses yang cepat menjadi angin segar bagi warga kurang mampu. Dengan demikian, mereka dapat lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan pokok, seperti makanan dan kesehatan. Tidak hanya itu, BLT juga turut berperan dalam mengurangi risiko kemiskinan yang selama ini mengintai serta memperkuat ketahanan ekonomi setiap rumah tangga penerima manfaat. Melalui kegiatan ini, diharapkan bahwa masyarakat Desa Binturung dapat merasakan sentuhan kasih dan perhatian dari pemerintah setempat. Semoga bantuan ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi juga mampu menumbuhkan optimisme dan semangat baru bagi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Pelatihan Budidaya Ikan Patin dan Lele

### Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Budidaya Ikan Patin dan Lele: Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Pada tanggal 20 Juli 2025, Aula Kantor Desa Binturung menjadi saksi dari sebuah inisiatif luar biasa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam teknik budidaya ikan patin dan lele. Pelatihan ini tidak hanya sekadar pembelajaran, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui usaha perikanan di wilayah tersebut. Dengan tema "Berkelanjutan dan Produktif: Budidaya Ikan Patin dan Lele," acara pelatihan ini dihadiri oleh puluhan warga desa yang antusias memperdalam pemahaman mereka akan praktik budidaya ikan yang baik dan berkelanjutan. Para peserta diperkenalkan dengan metode-metode terbaru dalam manajemen kolam ikan, pemberian pakan yang tepat, serta cara-cara efektif dalam mengendalikan penyakit yang sering menyerang ikan patin dan lele. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menyentuh ranah ekonomi dengan mengajarkan para peserta tentang strategi pemasaran hasil budidaya ikan mereka. Dengan adanya penekanan pada pentingnya pemasaran yang efektif, diharapkan para peserta mampu memanfaatkan potensi ekonomi dari usaha budidaya ikan mereka secara optimal. Program pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendukung program ketahanan pangan di tingkat lokal, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan adanya peningkatan produksi ikan patin dan lele melalui praktik budidaya yang ditingkatkan, diharapkan tercipta lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan sejahtera bagi masyarakat Desa Binturung. Melalui kegiatan ini, Desa Binturung menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan masyarakatnya melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan lokal. Diharapkan, semangat kolektif yang ditanamkan melalui pelatihan ini akan menjadi modal berharga bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan seluruh komunitas desa.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sungai Hanyar: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah

Pada hari Jumat, 5 September 2025, masyarakat Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Kelumpang Utara, berkumpul dengan penuh kebersamaan di Masjid Salihin dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WITA dan dihadiri oleh tokoh agama, aparat desa, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya acara. Peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperkuat nilai-nilai keislaman dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam bertindak dan berperilaku di tengah kehidupan bermasyarakat. Acara diawali dengan pembacaan maulid habsyi, diiringi lantunan shalawat yang menggema di seluruh ruangan masjid. Suasana khusyuk dan penuh rasa syukur terasa ketika seluruh jamaah bersama-sama mengenang perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat yang terus menjaga tradisi keagamaan ini setiap tahunnya. Beliau juga mengajak seluruh warga untuk terus memperkuat tali silaturrahmi dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Penceramah yang hadir dalam kesempatan tersebut juga memberikan tausiah penuh makna tentang pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang terhadap sesama. Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan masing-masing. Kegiatan berlangsung dengan lancar, diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kedamaian Desa Sungai Hanyar. Semangat kebersamaan dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW tampak jelas dalam wajah para peserta yang turut memeriahkan acara tersebut.

POSYANDU DESA SUNGKAI SEKALIGUS PEMBAGIAN MAKANAN TAMBAHAN GIZI BALITA

**Posyandu Desa Sungkai: Pemberian Makanan Tambahan Gizi Balita untuk Kesehatan Anak** Pada tanggal 6 Oktober 2025, Posyandu Desa Sungkai kembali menjadi pusat perhatian dengan kegiatan rutinnya yang melibatkan pemberian makanan tambahan gizi balita. Acara ini diadakan mulai pukul 09:00 pagi dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak kecil di desa tersebut. Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah sebuah program kesehatan masyarakat yang telah terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga, terutama balita. Di Desa Sungkai, kehadiran Posyandu tidak hanya sebagai tempat konsultasi kesehatan, tetapi juga sebagai sarana distribusi makanan tambahan gizi bagi balita. Kegiatan pembagian makanan tambahan gizi balita ini menjadi momen berharga bagi para orang tua dan anak-anak di Desa Sungkai. Para ibu balita berkumpul menunggu giliran untuk mendapatkan paket makanan bergizi yang sangat dibutuhkan oleh si kecil. Paket-paket tersebut dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, sekaligus memberikan variasi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang mereka yang optimal. Selain pembagian makanan, kegiatan di Posyandu Desa Sungkai juga mencakup pengecekan kesehatan rutin, penyuluhan gizi, serta pendidikan kesehatan bagi para orang tua. Hal ini bertujuan agar mereka dapat lebih memahami pentingnya pola makan sehat dan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka gizi buruk dan masalah kesehatan terkait gizi pada balita di Desa Sungkai dapat diminimalkan. Kolaborasi antara petugas kesehatan, masyarakat, dan pemerintah setempat menjadi kunci kesuksesan dalam menjaga kesehatan generasi muda sebagai investasi masa depan yang lebih baik. Posyandu Desa Sungkai terus menjadi contoh nyata bahwa upaya pencegahan dan perbaikan gizi balita bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan kesehatan generasi penerus bangsa.

Posyandu ILP

**Posyandu ILP: Meningkatkan Kesehatan dan Kesadaran Hidup Sehat di Desa Binturung** Pada tanggal 16 September 2025, tepat pukul 09.00 pagi, Posyandu ILP (Pos Pelayanan Terpadu Integrasi Layanan Pendekatan) di Desa Binturung kembali menggelar kegiatan rutinnya. Lokasi yang dipilih kali ini adalah di Gedung Olahraga Badminton, tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Tujuan dari kegiatan Posyandu ILP ini adalah memberikan layanan kesehatan dasar yang terintegrasi serta mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga mereka. Salah satu keuntungan utama dari keberadaan Posyandu ILP adalah masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan lengkap dalam satu tempat. Dengan adanya fasilitas ini, masalah kesehatan bisa dideteksi lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Selain itu, kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat pun dapat meningkat secara signifikan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk melakukan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan tentang pola makan sehat, serta edukasi tentang pentingnya olahraga secara teratur. Selain itu, para peserta juga diberikan informasi mengenai ciri-ciri penyakit umum yang sering terjadi dan langkah-langkah pencegahannya. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Posyandu ILP di Desa Binturung terus berupaya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Semoga kegiatan ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Binturung.          

POSYANDU BALITA

Pada hari ini, Senin, 6 Oktober 2025, bertempat di Rumah Sehat Desa Pasayangan Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, telah dilaksanakan kegiatan rutin Posyandu Balita. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu dan balita dari berbagai RT di wilayah Desa Pasayangan Selatan. Petugas kesehatan bersama kader Posyandu melakukan sejumlah layanan, antara lain penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta penyuluhan gizi bagi ibu dan anak. Pelaksanaan Posyandu ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Turut hadir dalam kegiatan ini kader PKK Desa Pasayangan Selatan, petugas dari Puskesmas Martapura, serta perangkat desa yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan Posyandu. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusias, baik dari pihak kader maupun masyarakat yang datang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Desa Murung Kenanga Gelar Lomba Kawasan Bebas Jentik 2025

Pada hari Senin, 6 Oktober 2025, Kantor Desa Murung Kenanga menjadi pusat kegiatan penting dalam bidang kesehatan masyarakat, yaitu Pelaksanaan Lomba Kawasan Bebas Jentik Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 10.00 WITA dengan suasana penuh antusias dari warga dan perangkat desa yang turut serta mempersiapkan segala kebutuhan lomba. Acara ini merupakan bagian dari program penilaian lomba kawasan bebas jentik tingkat Kabupaten Banjar, yang berada di bawah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martapura 2. Lomba ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan penilaian dimulai dengan penyambutan tim penilai dari kabupaten oleh Kepala Desa Murung Kenanga beserta jajaran perangkat desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada lomba. “Menjadi kawasan bebas jentik bukan sekadar target lomba, tetapi gaya hidup sehat yang harus diterapkan setiap hari,” ujarnya. Tim penilai kemudian melakukan pengecekan langsung ke beberapa titik di lingkungan Desa Murung Kenanga. Mereka meninjau kondisi saluran air, tempat penampungan, serta rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang. Masyarakat pun turut aktif dalam mendampingi tim penilai dan menunjukkan hasil kerja bakti yang telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Selain kegiatan penilaian, pihak Puskesmas Martapura 2 juga memberikan edukasi kepada warga mengenai cara mencegah munculnya jentik nyamuk di sekitar rumah. Edukasi ini meliputi penerapan 3M Plus — menguras, menutup, mengubur, dan menabur larvasida jika diperlukan — yang menjadi langkah dasar pencegahan DBD. Warga Desa Murung Kenanga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa bangga karena desanya dipercaya menjadi salah satu peserta lomba tingkat kabupaten. Beberapa warga juga mengungkapkan bahwa lomba ini menjadi motivasi untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan, tetapi juga mempererat kerja sama antara pemerintah desa, warga, dan pihak puskesmas. Semangat gotong royong terlihat jelas ketika warga saling membantu membersihkan halaman dan lingkungan sekitar sebelum pelaksanaan penilaian. Sebagai penutup acara, Kepala Desa Murung Kenanga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun. Ia berharap Desa Murung Kenanga dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas jentik. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, cita-cita menuju Desa Sehat dan Bebas Jentik 2025 dapat terwujud dengan nyata.