Kepala Desa Salam Babaris di Tiongkok: Menguak Strategi Emas Pembangunan Desa, Siap Jadi Pionir Transformasi
Kepala Desa Salam Babaris di Tiongkok, telah menunjukkan strategi emas dalam pembangunan desanya. Saat ini, Desa Salam Babaris bersiap untuk menjadi pionir transformasi melalui kegiatan benchmarking yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 5 November 2025. Acara ini melibatkan 22 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia dan diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok bekerja sama dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs of the People's Republic of China (MARA). Para peserta melakukan kunjungan benchmarking ke berbagai lokasi penting seperti Ibukota Beijing, Kota Weifang, Kota Longkou, dan Kota Penglai. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi kerja sama dalam pembangunan desa dan pertanian antara Indonesia dan Tiongkok melalui pertukaran pengalaman serta wawasan. Peserta mempelajari praktik revitalisasi desa dan inovasi di sektor-sektor kunci seperti teknologi pertanian ramah lingkungan, pertanian berbasis sains, irigasi hemat air, peternakan terintegrasi dan ramah lingkungan, pemanfaatan limbah ternak untuk energi/pupuk, pengembangan industri unggulan desa, serta pemberdayaan komunitas desa. Diharapkan melalui kegiatan ini, desa-desa di Indonesia dapat mengadopsi praktik terbaik dari Tiongkok untuk meningkatkan layanan publik, kesejahteraan petani, peluang kerja, serta untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok. Selain itu, upaya ini diarahkan untuk menciptakan desa yang lebih modern, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh masyarakatnya.Kegiatan ini dikoordinir serta didampingi oleh Kementrian Desa dan Seluruh biaya kegiatan ini ditanggung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempererat kerjasama antara kedua negara serta sebagai awal perubahan positif dalam pembangunan desa di Indonesia.
PEMBAGIAN BLT (BANTUAN LANGSUNG TUNAI) TAHAP 7, 8, 9 DI DESA PAKU TAHUN 2025
Pada hari ini Jumat, 7 November 2025 pukul 10.00 WITA telah dilaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) (BLT) Dana Desa untuk Tahap 7, Tahap 8, dan Tahap 9 Tahun Anggaran 2025 di Desa Paku. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Paku, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Jumlah penerima pada penyaluran BLT tahap ini adalah 22 (dua puluh dua) orang, sesuai dengan daftar penerima yang telah ditetapkan dan disahkan sebelumnya melalui proses verifikasi serta musyawarah desa. Setiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menerima bantuan sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per bulan dan penyaluran yang dilakukan sekaligus pada tahap ini mencakup 3 bulan, yaitu tahap 7, tahap 8, dan tahap 9, sehingga total yang diterima oleh setiap penerima adalah sebesar Rp 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah). Dengan demikian, total dana yang tersalurkan pada pelaksanaan penyaluran BLT ini adalah sebesar Rp 19.800.000,00 (sembilan belas juta delapan ratus ribu rupiah). Program BLT Dana Desa ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan dan telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku dan hasil keputusan musyawarah desa. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan kondisi ekonomi masyarakat serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Musrenbang Desa Benua Anyar ST, Penegasan Usulan Pembangunan 2026, Hadapi Pagu Anggaran yang Diprediksi Menyusut
Banjarbaru — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Benua Anyar ST, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, digelar pada Rabu, 5 November 2025, di Restoran Wong Solo Banjarbaru. Acara yang dihadiri 35 peserta ini menjadi tindak lanjut langsung dari Pra-Musrenbang Desa pada 31 Oktober lalu, sekaligus langkah krusial untuk menyempurnakan usulan pembangunan tahun anggaran 2026. Musrenbang dimulai tepat pukul 13.00 WITA dan berakhir pukul 15.00 WITA. Peserta yang hadir sangat representatif, terdiri dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, kelompok Penggerak PKK, Bidan Desa, Kader Kelompok Perempuan Mandiri (KPM), Kader Posyandu, Babinsa, Babinkamtibmas, Perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), serta Ketua Rukun Tetangga (RT). Kehadiran unsur TNI-Polri dan penyuluh pertanian menambah bobot diskusi, terutama terkait keamanan, ketahanan pangan, dan sinkronisasi program sektoral. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Benua Anyar ST. Dalam sambutannya, H. Juhrai menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini fokus pada penyempurnaan usulan yang telah dikumpulkan pada Pra-Musrenbang sebelumnya. “Kita harus memastikan setiap rupiah yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai regulasi, mengingat pagu anggaran desa diprediksi menyusut tahun depan,” ujarnya. Beliau juga mengapresiasi kehadiran Babinsa dan Babinkamtibmas yang turut memberikan masukan dari sisi keamanan lingkungan. Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua BPD, yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam perencanaan. “Usulan harus mencerminkan aspirasi warga, bukan hanya keinginan segelintir orang. BPD siap mengawasi agar pelaksanaan nanti sesuai rencana,” tegasnya. Agenda inti dimulai dengan pembacaan usulan rancangan pembangunan 2026 oleh Sekretaris Desa (Sekdes). Daftar usulan yang telah ditampung pada Pra-Musrenbang 31 Oktober lalu—seperti penguatan Posyandu, pelatihan PKK, perbaikan infrastruktur RT, pencegahan stunting, dan dukungan kader KPM—dibacakan satu per satu. Setelah pembacaan, forum langsung membuka sesi tanggapan dan masukan. Pendamping Desa Kaspudin menjadi pembicara pertama yang memberikan catatan kritis. Menurutnya, revisi masih harus dilakukan untuk memenuhi persentase anggaran khusus yang ditetapkan pemerintah pusat. jelas Kaspudin. Pendamping Desa Andi dan Mona Yulianti melengkapi dengan menyoroti kesalahan penempatan bidang anggaran. “Beberapa kegiatan masih salah kategori. Ini harus diperbaiki agar tidak terpotong saat verifikasi,” kata Andi. Mona menambahkan, “Kegiatan pelatihan PKK perlu dirinci: berapa kali, siapa pesertanya, apa saja kegiatannya, dan berapa biayanya per sesi. Kalau tidak detail, anggarannya rawan dipangkas.” Pendamping Desa Fauzi memberikan pandangan realistis terkait kegiatan fisik. Ia memprediksi pagu anggaran desa di Kabupaten Banjar tahun 2026 akan berkurang akibat efisiensi pusat. “Kegiatan fisik besar sebaiknya dicicil selama 2–3 tahun atau dikurangi skalanya. Kalau dipaksakan satu tahun, takut terlalu membebani” ungkap Fauzi. Setelah dua jam diskusi yang cukup intens, beberapa keputusan penting berhasil dirumuskan: - Revisi persentase anggaran bidang - Perincian kegiatan pelatihan PKK - Penyesuaian skala kegiatan fisik Sekdes mencatat semua revisi untuk segera diperbaiki dan dikirim ke kecamatan paling lambat 10 November 2025. Kepala Desa menutup acara pukul 15.00 WITA dengan doa bersama dan ucapan terima kasih. “Terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Musrenbang ini membuktikan bahwa Benua Anyar ST siap menghadapi tantangan anggaran dengan musyawarah yang matang,” ujarnya. Musrenbang Desa Benua Anyar ST kali ini tidak hanya menyempurnakan usulan, tetapi juga menunjukkan kesiapan desa menghadapi era pengurangan dana transfer. Dengan revisi yang lebih tajam dan prioritas yang lebih jelas, diharapkan usulan tahun 2026 dapat lolos verifikasi kabupaten dan benar-benar membawa manfaat bagi warga. (752 kata)
Pra-Musrenbang Desa Benua Anyar ST Sukses Digelar, Bahas Usulan Pembangunan 2026 di Tengah Isu Pengurangan Dana Desa
Kabupaten Banjar – Desa Benua Anyar ST, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, menggelar kegiatan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Desa pada Jumat, 31 Oktober 2025. Acara yang berlangsung di Balai Desa Benua Anyar ST ini dihadiri 33 peserta, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam merumuskan rencana pembangunan untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi tahap penting sebelum Musrenbang tingkat desa yang lebih luas. Pra-Musrenbang dimulai pukul 09.00 WITA dan berakhir pada pukul 11.30 WITA. Peserta terdiri dari berbagai unsur, yaitu Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, kelompok Penggerak PKK, Bidan Desa, Kader KPM, Kader Posyandu, serta Ketua Rukun Tetangga (RT). Kehadiran beragam pihak ini mencerminkan semangat inklusif dalam menyusun usulan yang benar-benar sesuai kebutuhan warga. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Benua Anyar ST. Dalam sambutannya, H. Juhrai menekankan pentingnya Pra-Musrenbang sebagai wadah untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan di tengah proyeksi keterbatasan anggaran tahun depan. “Setiap usulan harus realistis dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat, baik infrastruktur, kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi,” ujarnya. Sambutan dilanjutkan oleh Wakil Ketua BPD yang mengapresiasi keterlibatan semua elemen sejak dini. Ia juga mengingatkan agar usulan tetap selaras dengan RPJMDes dan peraturan yang berlaku. Setelah itu, peserta langsung memasuki agenda inti: pendataan usulan rancangan pembangunan tahun 2026. Diskusi berlangsung hidup. Berbagai masukan bermunculan, mulai dari perbaikan jalan desa, penguatan program Posyandu, kegiatan PKK, hingga dukungan bagi kader KPM dalam pengentasan kemiskinan. Sekretaris Desa mencatat semua poin secara rinci, sementara Pendamping Desa dan peserta lain saling memberikan tanggapan. Pendamping Desa, Kaspudin menyoroti perlunya penyesuaian usulan dengan kondisi keuangan desa tahun 2026. “Kita harus realistis. Jangan sampai usulan terlalu besar tapi tidak bisa direalisasikan,” tegasnya. Pendamping Desa lainnya, Andi menambahkan informasi krusial: dana transfer ke desa tahun depan akan dikurangi sesuai regulasi pemerintah pusat dan kebijakan efisiensi anggaran nasional. “Pengurangannya bervariasi, sekitar 100 hingga 200 juta rupiah per desa. Kita harus lebih cermat mengalokasikan dana yang tersisa,” jelas Andi. Sementara dua Pendamping Desa, Mona Yulianti dan Fauzi juga memberikan masukan spesifik terkait program sosial. Mona menekankan kecukupan dana untuk Posyandu dan PKK, “Kegiatan ini langsung menyentuh ibu dan anak, meski dana terbatas, kita bisa maksimalkan lewat gotong royong.” Sementara Fauzi memperkirakan kegiatan fisik di desa mungkin hanya bisa senilai 50–100 juta rupiah saja. “Prioritaskan yang paling mendesak, seperti perbaikan jalan atau sarana kesehatan dasar,” sarannya. Setelah dua jam diskusi intensif, beberapa usulan prioritas berhasil dirumuskan untuk dibawa ke Musrenbang desa berikutnya. Acara ditutup pukul 11.30 WITA dengan doa bersama. Kepala Desa Benua Anyar ST menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi semua pihak. “Ini bukti bahwa Desa Benua Anyar ST siap menghadapi tantangan dengan musyawarah yang solid,” ucapnya. Pra-Musrenbang Desa Benua Anyar ST tidak hanya menghasilkan daftar usulan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Di tengah ancaman pengurangan dana desa, semangat gotong royong dan skala prioritas menjadi kata kunci. Hasil rapat ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi pemerintah kecamatan dan kabupaten dalam menyusun anggaran 2026. Kegiatan ini membuktikan bahwa partisipasi aktif masyarakat desa mampu menciptakan perencanaan yang inklusif dan berkelanjutan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. (MS)
BIMTEK PENGADAAN BARANG DAN JASA DAN PENGELOLAAN ASET DESA SE KEBAUPATEN TAPIN
**BIMTEK Pengadaan Barang dan Jasa serta Pengelolaan Aset Desa di Kecamatan Tapin, Banjarmasin: Menuju Pencatatan Barang yang Lebih Efisien** Pada tanggal 7 November 2025 pukul 08.30, kegiatan yang sangat dinantikan, yaitu Bimbingan Teknis (BIMTEK) mengenai Pengadaan Barang dan Jasa beserta Pengelolaan Aset Desa di Kecamatan Tapin, Banjarmasin, akhirnya dimulai. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta terkait proses pengadaan barang dan jasa secara efektif serta pengelolaan aset desa yang lebih baik. Dihadiri oleh berbagai stakeholder penting, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, kepala desa, hingga para tokoh masyarakat setempat, BIMTEK ini menjadi wadah yang tepat untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas layanan publik di tingkat desa. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya prosedur pengadaan barang dan jasa yang transparan serta akuntabel guna mencegah terjadinya praktik korupsi. Selain itu, isu pengelolaan aset desa juga menjadi fokus utama dalam acara ini. Dengan mengoptimalkan penggunaan aset desa, diharapkan potensi ekonomi lokal dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui workshop interaktif, para peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar ide mengenai strategi terbaik dalam mengelola aset desa agar memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan pencatatan barang menjadi lebih sistematis dan terstruktur, sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi atas penggunaan barang dan jasa di tingkat desa. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset desa dapat terjamin, membuka jalan menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Tapin. Semangat kolaborasi dan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan bersama menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan BIMTEK ini. Dengan sinergi dan kerja sama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan Kecamatan Tapin akan semakin maju dan berkembang ke arah yang lebih baik.
REALISASI PENYALURAN BLT DD TAHAP IV TAHUN 2025
**Realisasi Penyaluran BLT DD Tahap IV Tahun 2025 di Kantor Desa Batang Lantik** Pada tanggal 4 November 2025, tepat pukul 10:00:05, Kantor Desa Batang Lantik kembali menjadi saksi pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap IV. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mendukung warganya yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi dan faktor lainnya. Dengan penuh semangat, warga Desa Batang Lantik berkumpul di halaman kantor desa untuk menerima bantuan yang telah lama dinantikan. Proses penyaluran BLT DD diawali dengan registrasi peserta yang dilakukan secara tertib dan sistematis. Petugas dengan cermat memeriksa data serta dokumen yang dibutuhkan guna memastikan bahwa bantuan diberikan kepada yang berhak. Setelah proses verifikasi selesai, saatnya bagi warga untuk menerima bantuan tersebut. Dengan antusias, satu per satu mereka mendatangi lokasi penyaluran dan menerima amplop berisi BLT DD. Senyum bahagia terpancar di wajah mereka, menandakan rasa syukur atas perhatian pemerintah desa dalam membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka. Tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suasana kebersamaan terasa begitu kental, seolah menghapus sejenak kesulitan yang tengah dihadapi. Para tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan moral serta motivasi bagi seluruh penerima bantuan. Dengan lancarnya proses penyaluran BLT DD tahap IV ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Batang Lantik. Keberlangsungan program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan hidup warganya di tengah tantangan zaman. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan yang produktif dan membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh penerima. Kiranya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus mengalir di setiap sudut desa, menciptakan lingkungan yang sejahtera dan harmonis bagi semua.
CAPACITY BUILDING KADER KESEHATAN DESA SE-KECAMATAN TAPIN TENGAH BAGI DESA BATANG LANTIK, PEMATANG KARANGAN, DAN PEMATANG KARANGAN HULU
Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat: Capacity Building Kader Kesehatan Desa Pada tanggal 5 November 2025, Kampung Putra Bulu, Kabupaten Banjar menjadi saksi dari inisiatif luar biasa yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader kesehatan di Desa Batang Lantik, Pematang Karangan, dan Pematang Karangan Hulu. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, dengan fokus pada pengembangan sub-bidang kesehatan. Dalam konteks globalisasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, mendorong penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa adalah langkah strategis. Desa-desa tersebut, yang terletak di Kecamatan Tapin Tengah, didorong untuk memperluas pengetahuan mereka dalam hal praktik kesehatan yang efektif, manajemen program kesehatan yang berkelanjutan, serta advokasi untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik. Melalui kegiatan Capacity Building yang digelar pada pukul 07:03:57, kader kesehatan dan lembaga desa diberikan pelatihan intensif tentang beragam aspek kesehatan, termasuk pencegahan penyakit, pemantauan kesehatan masyarakat, peningkatan pola hidup sehat, dan manajemen krisis kesehatan. Para peserta juga didorong untuk memperkuat jaringan kerjasama antarlembaga dan membangun komunitas yang peduli akan kesehatan bersama-sama. Diharapkan bahwa melalui upaya ini, Desa Batang Lantik, Pematang Karangan, dan Pematang Karangan Hulu dapat memperoleh kader kesehatan yang lebih terampil, berpengetahuan luas, dan siap menjawab tantangan kesehatan masyarakat dengan lebih baik. Langkah ini menjadi tonggak awal bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di tingkat desa, mendukung visi menuju masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Peyaluran Dana Bantuan: BLT Alokasi Agustus-September 2025
Pada tanggal 6 November 2025, Kantor Desa Mandiangin Timur menggelar kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk bulan Agustus-September. Acara berlangsung di Aula Kantor Desa dimulai pukul 10:00 WITA. Dana BLT disalurkan secara langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi Rp 600.000,- per KPM selama dua bulan, masing-masing Rp 300.000,- per bulan. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Mandiangin Timur, Perangkat Desa, BPD, Pendamping Desa, dan para penerima manfaat. Proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan lancar sesuai aturan pemerintah, dengan fokus pada akuntabilitas dan ketepatan sasaran. Melalui program BLT Dana Desa ini, Pemerintah Desa Mandiangin Timur berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat.
Pendampingan USG pada Ibu Hamil Oleh Kader KPM Dan Kader Posyandu Desa Sungai Pinang
Pendampingan USG pada Ibu Hamil oleh Kader KPM dan Kader Posyandu Desa Sungai Pinang: Memastikan Kesehatan Ibu dan Janin Pada tanggal 3 November 2025, jam 10:16 pagi, Desa Sungai Pinang di Martapura menyaksikan sebuah inisiatif luar biasa dalam upaya menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Para Kader KPM dan Kader Posyandu turut serta dalam kegiatan penting ini yang bertujuan untuk memantau perkembangan janin secara menyeluruh, mendeteksi kelainan atau risiko kehamilan sejak dini, serta memberikan informasi yang berharga untuk mendukung kehamilan yang sehat. Dalam semangat pelayanan masyarakat yang proaktif, para kader tersebut berperan sebagai ujung tombak dalam memastikan bahwa setiap ibu hamil di desa ini mendapatkan perawatan dan pemantauan yang tepat. Dengan keahlian dan pengetahuan yang mereka miliki, para kader mampu memberikan panduan serta informasi yang sangat dibutuhkan bagi calon ibu. Melalui teknologi ultrasonografi (USG) yang canggih, setiap gerakan janin, detak jantung, dan pertumbuhan akan dipantau dengan teliti. Setiap detail menjadi penting, karena deteksi dini kelainan atau masalah kesehatan bisa membantu menentukan langkah-langkah medis yang tepat dan waktu yang sesuai untuk intervensi. Selain itu, pendampingan ini juga mencakup aspek edukasi yang tak kalah pentingnya. Dari informasi gizi yang dibutuhkan hingga tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai, ibu hamil diberikan bekal pengetahuan yang dapat mendukung kehamilan mereka hingga persalinan nanti. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan janin saat ini, tetapi juga pada masa depan keluarga yang sedang tumbuh. Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat desa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ibu hamil. Dengan sinergi yang kuat, harapan akan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas semakin terwujud. Desa Sungai Pinang telah menetapkan standar baru dalam perawatan kesehatan ibu hamil. Semoga langkah progresif ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi wilayah lainnya, sehingga setiap ibu hamil di negeri ini dapat merasakan sentuhan kasih sayang dan perhatian yang tak ternilai dari masyarakat sekitarnya.
DESA SUNGKAI MEMASANG MIKROTIK JARINGAN AKSES SIAK TERPUSAT DISDUKCAPIL
**Desa Sungkai Memasang Mikrotik untuk Jaringan Akses Siak Terpusat di Disdukcapil** Pada tanggal 6 November 2025, sebuah tonggak bersejarah terjadi di Aula Desa Sungkai. Desa yang melakukan langkah besar dengan memasang perangkat Mikrotik guna mendukung jaringan akses Siak Terpusat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Mikrotik, alat jaringan canggih, diimplementasikan dengan tujuan meningkatkan efisiensi layanan publik serta mempercepat proses administrasi kependudukan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Desa Sungkai dalam mengadopsi teknologi untuk kemajuan wilayahnya. Dengan adanya jaringan akses Siak Terpusat, diharapkan proses pengurusan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, Akta Kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini tidak hanya akan memudahkan warga dalam mengurus dokumen penting mereka, tetapi juga membantu pemerintah desa dalam merampingkan proses administratif. Dengan pemasangan Mikrotik untuk jaringan akses Siak Terpusat di Disdukcapil, Desa Sungkai membuka lembaran baru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan bersama. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
DESA SUNGKAI MELAKSANAKAN KEGIATAN POSYANDU REMAJA BULAN NOVEMBER
Desa Sungkai Menggelar Posyandu Remaja di Aula Desa: Pemeriksaan Kesehatan bagi Generasi Muda Desa Sungkai kembali mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan generasi muda dengan menyelenggarakan kegiatan Posyandu Remaja bulan November. Bertempat di Aula Desa Sungkai, acara ini telah menjadi bagian integral dari upaya pencegahan dan perawatan kesehatan di tingkat lokal. Pada tanggal 6 November 2025, puluhan remaja antusias berkumpul untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan semangat yang tinggi, mereka menyadari pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam meraih impian masa depan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat, pola makan yang baik, serta pentingnya olahraga teratur. Para petugas kesehatan yang terlibat memberikan layanan dengan penuh kecermatan dan kehangatan, mendengarkan setiap keluhan dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing remaja. Selain aspek fisik, Posyandu Remaja juga menjembatani remaja dengan informasi-informasi penting seputar kesehatan mental, seperti manajemen stres, keterampilan berkomunikasi yang efektif, dan cara mengatasi tekanan emosional yang biasa dirasakan pada usia remaja. Melalui kegiatan ini, Desa Sungkai berharap dapat menciptakan generasi muda yang sehat secara holistik, tidak hanya tubuhnya saja, tetapi juga pikiran dan jiwa. Semoga upaya ini dapat menjadi pijakan kuat bagi para remaja dalam meraih potensi terbaik mereka.
DESA SUNGKAI MELAKSANAKAN POSBINDU BULAN NOVEMBER
Pada tanggal 6 November 2025, Desa Sungkai kembali menggelar kegiatan Posbindu di Aula Desa Sungkai. Kali ini, fokus utama kegiatan adalah pemeriksaan kesehatan bagi lansia yang merupakan bagian penting dari upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat setempat. Dengan dimulainya acara tepat pada pukul 08:34 pagi, warga lansia Desa Sungkai mulai berdatangan ke lokasi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh tim medis yang telah disiapkan dengan baik. Para petugas kesehatan siap memberikan pelayanan terbaik dan memastikan setiap warga lansia mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat kesehatan, terutama bagi kalangan lansia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Melalui pemeriksaan kesehatan rutin seperti ini, diharapkan dapat terdeteksi dini berbagai penyakit dan gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh para lansia. Desa Sungkai sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya, terus berupaya memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas. Dengan adanya kegiatan Posbindu bulan November ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga lansia Desa Sungkai.
